Beranda Peristiwa

Tanggul Jebol di Tulungagung, Hektaran Sawah Terendam

175
Petugas dari Jasa Tirta dan BPBD Kabupaten Tulungagung memeriksa tanggul Sungai Wudhu di Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru.

koranpilar.com, TULUNGAGUNG – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Tulungagung pada Rabu (26/2) menyebabkan tanggul Sungai Wudhu di Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru, jebol sepanjang sekitar 50 meter. Akibatnya, beberapa hektare sawah terendam air.

Perangkat Desa Majan, Bastomi, menjelaskan bahwa kejadian tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pukul 14.30 WIB, saat hujan deras masih berlangsung.

“Sebelum jebol, kondisi tanggul sudah keropos dan telah dilaporkan ke Perum Jasa Tirta. Namun, belum ada tindak lanjut,” ujarnya.

Bastomi menambahkan, selain titik yang jebol, terdapat dua titik tanggul lain yang juga rawan, yaitu di RT 11 Desa Majan dan di Desa Simo. Ia berharap agar kedua tanggul tersebut segera diperbaiki agar tidak terjadi kejadian serupa.

Sementara itu, Kepala Sub Divisi Pengelolaan Sumber Daya Air PS Brantas 2 Perum Jasa Tirta 1, Sony Hariono, mengatakan bahwa tanggul yang jebol sebenarnya sudah masuk dalam rencana perbaikan tahun ini. Namun, sebelum realisasi perbaikan dilakukan, tanggul tidak mampu lagi menahan tekanan air.

Baca Juga  TROTOAR ALIH FUNGSI, DINAS TERKAIT AKAN MENERTIBKAN

“Kami langsung melakukan survei di lokasi. Dari AWLR (Automatic Water Level Recorder) yang memantau ketinggian air setiap jam, saat kejadian, ketinggian air sudah mencapai status siaga merah,” jelasnya.

Sebagai langkah darurat, pihaknya akan melakukan penanganan sementara menggunakan karung pasir dan bambu.

Terkait laporan warga mengenai kondisi tanggul yang sudah keropos sebelum jebol, Sony mengakui bahwa wilayah yang harus ditangani PJT 1 cukup luas, mencakup Tulungagung dan Trenggalek.

“Kami sudah melakukan survei, dan tanggul Sungai Wudhu memang masuk dalam rencana perbaikan tahun ini. Namun, kami harus menentukan prioritas berdasarkan tingkat urgensi,” tegasnya.

Mengenai dua titik tanggul rawan lainnya, pihaknya akan melakukan inventarisasi dan melaporkan ke pusat agar segera mendapat tindak lanjut.

Terkait kemungkinan ganti rugi bagi petani yang sawahnya terendam, PJT 1 akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

“Karena ini masuk kategori force majeure (bencana), kami akan berkoordinasi terlebih dahulu,” pungkasnya.