MOJOKERTO – Prestasi membanggakan datang dari MAN 2 Mojokerto. Salah satu siswanya, Solahuddin Al Ayyubi, berhasil menembus program bergengsi Gakusei Kenshuu 2025 yang diselenggarakan oleh The Japan Foundation.
Siswa kelas XI ini akan menjadi perwakilan madrasah untuk belajar dan memperdalam budaya serta bahasa Jepang langsung di negeri sakura. Program tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara MAN 2 Mojokerto, Kementerian Agama, dan The Japan Foundation.
Kabar gembira ini disampaikan oleh Jhota Bangkit Andaka selaku Humas MAN 2 Mojokerto, pada Jumat, 12 Juli 2025. Ia menjelaskan bahwa Solahuddin, atau yang akrab disapa Mas Abi, adalah siswa aktif yang selama ini dibina melalui ekstrakurikuler Japan Club di madrasah.
“Anak tersebut sejak awal memang sudah dikawal oleh madrasah karena sudah aktif di Ex School Japan Club. Karena tidak semua siswa mendapatkan pelajaran bahasa Jepang di kelas, maka Japan Club menjadi wadah pembelajaran informal yang sangat efektif,” terang Jhota.
Tidak hanya aktif di kegiatan ekstrakurikuler, Solahuddin juga dikenal sebagai siswa berprestasi akademik. Ia termasuk dalam kelas unggulan dan baru-baru ini juga dinyatakan lolos dalam ajang lomba riset ilmiah. Menurut Jhota, prestasi demi prestasi yang diraih Solahuddin bukan hal yang mengejutkan karena sejak awal ia telah menunjukkan komitmen tinggi dalam belajar, khususnya pada bidang bahasa Jepang.
“Saat acara pelepasan siswa bulan Mei kemarin, Mas Abi bahkan tampil menyampaikan pidato dalam bahasa Jepang di depan para undangan. Itu jadi bukti betapa besar semangatnya dalam mendalami budaya Jepang,” ungkapnya.
Program Gakusei Kenshuu ini merupakan lanjutan dari skema kerja sama yang sudah berjalan sejak tahun 2024. Sebelumnya, MAN 2 Mojokerto telah menerima pengajar asli Jepang atau native speaker yang mengajar di madrasah dari bulan Agustus 2024 hingga Februari 2025. Program tersebut disambut antusias oleh siswa, dan dampaknya terasa dalam meningkatnya minat belajar terhadap bahasa Jepang.
Selain pengiriman pengajar dari Jepang ke Mojokerto, tahap lanjutan dari kerja sama ini juga melibatkan guru dari MAN 2 yang dikirim ke Jepang untuk pelatihan. Salah satunya adalah Ibu Yulia, guru bahasa Jepang di MAN 2 Mojokerto, yang telah mengikuti pelatihan selama tiga minggu di Jepang.
“Jadi setelah ada pengiriman native dari Jepang, dilanjutkan dengan pengiriman guru kita ke sana, dan sekarang ada pengiriman siswa. Ini benar-benar program lengkap yang luar biasa,” jelas Jhota.
Keberhasilan Solahuddin menembus program ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi madrasah. Selain membawa nama baik lembaga, pencapaian ini juga membuka jalan bagi siswa lain untuk mengikuti jejak yang sama. Jhota berharap bahwa Japan Club bisa terus menjadi inkubator bagi siswa-siswa yang memiliki minat besar terhadap budaya Jepang.
“Harapan kami, tahun depan ada lagi siswa dari Japan Club yang bisa menyusul ke Jepang lewat program ini. Ini bukan akhir, tapi awal dari keberhasilan yang lebih besar,” pungkasnya.
Dengan semangat dan dukungan penuh dari madrasah, Solahuddin Al Ayyubi bukan hanya membawa nama baik MAN 2 Mojokerto ke kancah internasional, tapi juga menjadi inspirasi bagi siswa-siswa lain untuk berani bermimpi besar dan berusaha lebih keras.









