koranpilar.com, Tulungagung. Pasangan Gatut Sunu Wibowo dan Ahmad Baharuddin, yang dikenal dengan akronim GABAH, rutin melakukan kunjungan ke berbagai wilayah untuk menyerap aspirasi masyarakat. Kegiatan ini mereka namai Sambang Deso.
Dalam setiap kegiatan Sambang Deso, Bupati Gatut Sunu Wibowo kerap menerima berbagai keluhan dan masukan langsung dari warga. Menurutnya, program ini dirancang agar dirinya dapat berinteraksi secara langsung dengan masyarakat. Hanya dengan tatap muka, pemerintah bisa benar-benar memahami persoalan yang dihadapi warga.
“Tentunya kami jadi tahu kondisi desa yang kami kunjungi, termasuk keluhan dan permasalahan yang ada,” jelas Gatut Sunu.
Ia menambahkan, Sambang Deso juga menjadi sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat. Saat ini, kunjungan dilakukan ke satu desa di setiap kecamatan secara bertahap.
Berbagai keluhan masyarakat akan ditampung dan dikomunikasikan dengan dinas terkait. Meskipun diakui bahwa belum semua persoalan bisa langsung ditindaklanjuti karena keterbatasan kondisi, Gatut Sunu menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti sesuai kemampuan pemerintah daerah Kabupaten Tulungagung.
Ia juga menegaskan kepada pejabat di lingkungan Pemkab Tulungagung untuk memprioritaskan kepentingan rakyat.
“Siapa pun yang tidak sejalan dengan program kami untuk kepentingan masyarakat, harus minggir,” ujarnya dengan tegas.
Saat ditanya mengenai keluhan yang paling sering disampaikan masyarakat, Gatut Sunu menyebutkan bahwa masalah infrastruktur jalan masih mendominasi. Selain itu, keluhan juga datang dari persoalan perizinan usaha, masalah hukum, serta permintaan bantuan untuk desa.
“Akan kami tindak lanjuti secara bertahap,” pungkasnya.









