Beranda Peristiwa

Puluhan Rumah Diterjang Puting Beliung, Wabup Dan BPBD Tulungagung Berikan Bantuan

156
Puluhan Atap Rumah Warga Mengalami Kerusakan Akibat Hujan deras disertai Angin Puting Beliung.

koranpilar.com, Tulungagung. Hujan deras disertai angin puting beliung melanda Desa Padangan, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, pada Jumat (21/03/2025). Akibatnya, puluhan atap rumah warga mengalami kerusakan.

Menanggapi kejadian tersebut, Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, bersama Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Robinson Nadaek, dan Camat Ngantru turun langsung meninjau lokasi pada Senin (24/03/2025). Selain meninjau, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako dan terpal bagi warga terdampak.

“Ini merupakan wujud perhatian pemerintah kepada warga yang terdampak bencana angin kencang kemarin. Akibat dari bencana tersebut, sejumlah rumah warga terutama pada bagian atapnya mengalami kerusakan,” ujar Wabup Ahmad Baharudin.

Dalam kesempatan itu, Wabup juga memberikan motivasi kepada warga agar tetap tabah menghadapi musibah. “Meskipun ditimpa musibah, kami berharap warga tetap sabar dan semangat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Untuk sementara, dari Pemkab Tulungagung memberikan bantuan berupa paket sembako dan terpal untuk menutup atap rumah warga yang rusak agar bisa dipakai berteduh dari hujan dan panas matahari,” tuturnya.

Baca Juga  SMAN 1 Boyolangu Perkuat Pendidikan Peringati Isra Mi’raj Karakter dan Spirit Keimanan Siswa

Menurut data BPBD Tulungagung, sebanyak 51 rumah terdampak angin puting beliung, namun setelah dilakukan asesmen, 39 di antaranya dinyatakan layak mendapat bantuan. Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap rumah yang berbahan genteng dan asbes.

Kepala Desa Padangan, Sutopo, mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam menangani bencana ini. “Kami berterima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan kepada warga kami. Ini membuktikan pemerintah sigap dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah,” katanya.

Hingga saat ini, warga masih bergotong royong memperbaiki rumah mereka, dengan dukungan dari pemerintah dan relawan setempat.