Mojokerto – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto kembali memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan sektor kesehatan melalui kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat yang diikuti mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS).
Kegiatan pembukaan dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Senin (3/11), dan dihadiri langsung oleh perwakilan Dinas Kesehatan, dosen pembimbing dari UWKS, serta para mahasiswa peserta PKL.
Program ini menjadi bentuk nyata kerja sama antara Pemkab Mojokerto dengan perguruan tinggi dalam rangka peningkatan kompetensi tenaga kesehatan masa depan sekaligus mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Mojokerto Muhammad Albarra menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Fakultas Kedokteran UWKS yang kembali menempatkan mahasiswanya untuk melaksanakan PKL di wilayah Mojokerto. Pihaknya berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
“Kami menyambut baik kegiatan PKL ini sebagai upaya bersama dalam memperkuat praktik kedokteran berbasis komunitas. Melalui kegiatan ini, para mahasiswa tidak hanya belajar tentang aspek medis, tetapi juga memahami kondisi sosial masyarakat dan tantangan kesehatan di lapangan,” ujar Bupati Mojokerto.
Sementara itu, dosen pembimbing dari UWKS menegaskan bahwa program PKL Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat merupakan bagian penting dari kurikulum profesi dokter. Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu kesehatan masyarakat secara nyata, mulai dari analisis masalah kesehatan, perencanaan program, hingga promosi kesehatan di masyarakat.
Sebanyak 40 mahasiswa kedokteran UWKS dijadwalkan akan mengikuti kegiatan PKL di sejumlah puskesmas dan desa di Kabupaten Mojokerto selama beberapa minggu ke depan. Mereka akan berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk melakukan pendataan, penyuluhan, serta pemantauan kondisi kesehatan lingkungan.
Pemkab Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan lembaga pendidikan, terutama di bidang kesehatan. Sinergi semacam ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus mencetak tenaga medis yang berkompeten dan berjiwa sosial tinggi.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah dan universitas merupakan langkah strategis dalam membangun SDM kesehatan yang tangguh dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” pungkasnya.









