koranpilar.com, Tulungagung. Serapan gabah oleh Bulog Subdivre Tulungagung hampir mencapai 100 persen dari target yang ditetapkan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bulog Subdivre Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, Rabu (14/5).
Menurut Yonas, hingga saat ini Bulog telah menyerap sekitar 6.000 ton gabah dari target 7.000 ton.
“Tinggal sedikit lagi,” jelasnya.
Gabah yang diserap merupakan hasil panen raya musim tanam (MT) pertama. Berdasarkan informasi yang diterima, masih ada sekitar 1.300 hektare sawah yang belum dipanen di wilayah Tulungagung. Ia optimistis target serapan akan tercapai 100 persen.
Yonas menambahkan, menjelang akhir musim panen pertama, harga gabah petani telah melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
“Awal panen, tengkulak membeli gabah petani di kisaran Rp5.700–Rp5.800 per kilogram. Sekarang, harga sudah naik menjadi Rp6.600–Rp6.700 per kilogram, di atas HPP pemerintah yang sebesar Rp6.500,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa Bulog akan terus menyerap hasil panen petani sesuai HPP yang ditetapkan.
Bulog Subdivre Tulungagung membawahi Kota/Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Trenggalek. Secara keseluruhan, serapan gabah dari empat wilayah tersebut telah mencapai 24.200 ton setara beras, atau sekitar 65 persen dari target.
Sementara itu, petani asal Desa Ngunggahan, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, Suryanto, mengatakan bahwa harga beli gabah memang naik karena lahan yang belum dipanen sudah semakin sedikit.
“Karena tinggal sedikit,” ujarnya.
Ia berharap harga pembelian hasil panen petani tetap stabil dan tinggi.









