Beranda Mojokerto

Majapahit Jadi Identitas, Mojokerto Usung City Branding Sejarah di Forum Jawa Timur

137

Mojokerto – Forum strategis bertajuk “Branding Kota: Komunitas Sebagai Arsitek Citra Provinsi Jawa Timur” resmi digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Jumat pagi (25/7/2025), di Ruang Bina Loka, Kantor Gubernur Jawa Timur.

Kegiatan ini mempertemukan para kepala daerah se-Jawa Timur dan menghadirkan pakar pemasaran nasional Hermawan Kartajaya, untuk memperkuat konsep city branding dan communal branding berbasis kekuatan lokal.

Forum dibuka oleh Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. Dalam arahannya, ia mengajak para kepala daerah untuk mencari titik keseimbangan dalam membangun citra kota.

“Kita ingin lebih interaktif diskusinya. Pada pelaksanaan kegiatan hari ini, kita akan cari balance atau keseimbangan. Bukan hanya sekadar berganti atau selalu memperbarui tetapi memang mencari keseimbangan antara kontinuitas atau berkelanjutan dengan peremajaan atau menyegarkan kembali, menghidupkan kembali semangat,” ungkap Emil.

Ia menambahkan bahwa communal branding memiliki keunggulan karena mengangkat kekhasan budaya dan produk lokal sebagai milik bersama, yang lebih tahan terhadap perubahan politik. Emil mencontohkan batik ‘Terang Galih’ dari Trenggalek serta potensi kawasan Gunung Wilis sebagai model branding lintas wilayah.

Baca Juga  Pemkab Tulungagung Tawarkan 7,1 Hektar Lahan Untuk Sekolah Rakyat

“Gunung Wilis bisa menjadi branding apakah brandingnya Shining Wilis atau Pesona Wilis dan ini boleh dipakai oleh siapa pun UMKM yang ada di kawasan lingkar Wilis,” jelasnya.

Dalam forum tersebut, Bupati Mojokerto Muahmmad Al Barra menyampaikan pentingnya mengangkat kembali kejayaan masa lalu sebagai pondasi branding masa kini.

“Mojokerto ini salah satu kota yang menurut saya sangat lengkap. Ada wisata alam, sejarah, dan ada wisata religinya. Jadi kalau kita melihat perbedaan antara kota-kota yang lain yang ada di Jawa Timur yaitu Mojokerto adalah cikal bakal berdirinya Nusantara,” ujar kepala daerah tersebut.

Ditambahkan pula bahwa daerahnya merupakan pusat Kerajaan Majapahit, yang merupakan kerajaan terbesar di Nusantara.

“Beberapa minggu lalu kami juga menerima dukungan dari kementerian untuk melakukan ekskavasi besar-besaran di daerah Trowulan dan juga beberapa titik candi-candi yang ada di Trowulan. Ini mungkin city branding kita adalah kota sejarah atau kota para raja sebab Kerajaan Majapahit menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Mojokerto,” lanjutnya.

Baca Juga  Di Tengah Efisiensi Anggaran Nasional, DPRD Tulungagung Usulkan Tambahan Pokir

Hermawan Kartajaya dalam kesempatan itu menegaskan bahwa kekuatan sebuah brand tidak bisa dibentuk semata-mata dari logo atau tagline. Keterlibatan komunitas lokal adalah kunci utama agar brand sebuah daerah terasa otentik, membumi, dan tidak mudah tergeser.

Menurutnya, konsep city branding harus dikelola sebagai proses jangka panjang, tidak bergantung pada masa jabatan atau kebijakan sesaat.

“Kalau masyarakatnya merasa memiliki, maka brand itu akan hidup meski pemimpinnya sudah berganti,” ucap Hermawan.

Forum berlangsung dengan suasana diskusi terbuka dan antusias. Berbagai kepala daerah menyampaikan potensi serta tantangan dalam membangun brand masing-masing, mencerminkan semangat kolaborasi dalam memperkuat identitas Jawa Timur sebagai provinsi yang kaya akan budaya, sejarah, dan karakter lokal.