Beranda Pemerintahan

Kekurangan Dokter di Puskesmas, Pemkab Tulungagung Akan Usulkan Penambahan ke Pemerintah Pusat

192
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo

koranpilar.com, Tulungagung. Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mengadakan dialog kerja membahas kondisi pelayanan kesehatan. Dalam dialog tersebut terungkap bahwa 32 Puskesmas di Kabupaten Tulungagung masih kekurangan tenaga kesehatan, terutama dokter.

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, mengatakan Dinkes mengeluhkan kekurangan tenaga medis di lapangan. Keberadaan dokter di Puskesmas sangat penting untuk menjamin pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.

“Yang utama adalah terkait kekurangan dokter di masing-masing Puskesmas,” ujar Gatut Sunu, Rabu (11/6).

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab akan melakukan inventarisasi kebutuhan dokter serta menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah guna merekrut tenaga medis tambahan.

Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan salah satu program prioritas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Meski dalam keterbatasan, ia meminta tenaga kesehatan tetap memberikan layanan terbaik.

“Jangan sampai ada keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Ana Septi Saripah, menjelaskan bahwa secara ideal, satu dokter Puskesmas melayani sekitar 5.000 warga. Saat ini, Tulungagung masih kekurangan sekitar 10 dokter.

Baca Juga  Pemindahan Kantor Pemkab Mojokerto Bukan Sekedar Isu, Dipaparkan Saat Kunjungan Kementerian Pertanian

Penduduk Kabupaten Tulungagung mencapai 1,1 juta jiwa, dengan 84 persen di antaranya telah terdaftar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan.

Idealnya, setiap Puskesmas memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan. Namun saat ini belum semua formasi tersebut terpenuhi. Dari 32 Puskesmas, baru tersedia sekitar 59 dokter. Standar idealnya, satu Puskesmas memiliki tiga dokter: satu dokter gigi dan dua dokter umum.

“Satu dokter umum bertugas memberikan layanan di Puskesmas, sementara satu lagi ditugaskan turun ke lapangan untuk memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat,” tambah Ana.

Selain dokter, Puskesmas juga masih kekurangan tenaga apoteker dan akuntan.

“Belum semua tenaga kesehatan tersedia di tiap Puskesmas,” pungkasnya.