Beranda Mojokerto

Jaring Bibit dan Lestarikan Budaya Lokal, Pencat Silat Piala Bupati Cup 2025 Mojokerto

103

Mojokerto – Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Cup 2025 resmi dibuka pada Jumat (29/8/2025) di Pondok Pesantren Islamic Center El-Kisi, Desa Mojorejo, Kecamatan Pungging.

Ajang bergengsi ini diikuti oleh ratusan pesilat dari berbagai wilayah di Kabupaten Mojokerto dan menjadi salah satu upaya strategis untuk melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.

Wakil Bupati menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan jati diri dan warisan luhur yang perlu dilestarikan.

“Sudah sepantasnya pencak silat diajarkan kepada seluruh masyarakat, bahkan sejak usia dini. Ini bagian dari menjaga kelestarian warisan leluhur,” ujar Rizal di hadapan peserta dan tamu undangan.

Wakil Bupati juga menyoroti tantangan yang dihadapi pencak silat di era digital, di mana minat generasi muda mulai tergerus oleh penggunaan gawai.

Ia berharap kejuaraan ini dapat memicu semangat para pendekar muda untuk lebih aktif dalam menghidupkan dan melestarikan pencak silat di lingkungan masing-masing.

“Melalui kejuaraan ini, saya berharap para pendekar dan praktisi pencak silat bisa lebih aktif menghidupkan serta melestarikan pencak silat di lingkungan masing-masing,” imbuhnya.

Baca Juga  Pemkab Gelontorkan Rp1,1 Milyar BLT DBHCHT untuk 1.188 Warga

Lebih dari sekadar ajang kompetisi, kejuaraan ini juga diharapkan menjadi wadah untuk mempererat persatuan dan kesatuan. Menurut Rizal, tujuan utamanya bukanlah kemenangan, melainkan membina sportivitas dan memperkaya khazanah pencak silat sebagai seni bela diri warisan nusantara.

“Semoga kejuaraan ini menjadi langkah nyata dalam melestarikan pencak silat di Kabupaten Mojokerto,” tutupnya.

Acara pembukaan turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), Ketua KONI, Ketua IPSI Kabupaten Mojokerto, Forkopimca Pungging, serta jajaran panitia dan dewan juri. Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari ini diharapkan menjadi agenda rutin tahunan untuk pembinaan atlet dan pelestarian budaya daerah.