Beranda Peristiwa

Hujan Deras Hambat Pembangunan Jalur Lintas Selatan di Tulungagung

75
I Made Budiana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) JLS Pansela 1.

koranpilar.com, Tulungagung. Hujan deras yang mengguyur wilayah Tulungagung dalam beberapa hari terakhir menghambat pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang menghubungkan Sine dan Brumbun. Kondisi tanah menjadi tidak stabil, dan akses pengangkutan material terhambat karena jalur tersebut harus dilalui kendaraan berat.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) JLS Pansela 1, I Made Budiana, menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi mengganggu progres pekerjaan di lapangan, terutama pada pekerjaan struktur dan perkerasan jalan.

“Jika truk dipaksakan melintas, jalur yang sudah baik akan rusak kembali,” ujarnya.

Saat hujan deras turun, pihaknya terpaksa menghentikan sementara kegiatan pembangunan jalan. Kendala lainnya adalah proses pengaspalan yang seharusnya sudah bisa dilakukan, namun terhambat karena sulitnya akses menuju lokasi proyek.

Jalur melalui Kalidawir, selain rusak parah, juga terlalu sempit untuk dilalui kendaraan berat. “Satu-satunya jalur yang memungkinkan adalah lewat Popoh,” jelasnya.

Untuk Lot 1B, pengaspalan direncanakan dilakukan melalui jalur Pucanglaban. Namun, pelaksanaannya masih menunggu kondisi cuaca membaik.

Saat ini, progres pembangunan JLS telah mencapai 86 persen. Jika cuaca mendukung, pengaspalan ditargetkan dimulai pada bulan Juli. Namun karena cuaca buruk, jadwal tersebut mundur hingga Oktober.

Baca Juga  BUPATI TULUNGAGUNG, H. GATUT SUNU WIBOWO, MENGAJAK MENGOPTIMALKAN ZAKAT, INFAQ, DAN SHODAQOH

Terkait opini masyarakat yang menganggap pembangunan JLS menjadi penyebab banjir di Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung, beberapa waktu lalu, I Made Budiana tidak menampik bahwa aliran air yang melewati permukiman warga berasal dari area pembangunan. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi hutan di sekitar proyek yang sudah gundul juga menjadi penyebab utama.

“Kami akan menyiapkan dua kolam penampungan lumpur di sekitar lokasi proyek, agar lumpur tidak sampai ke rumah warga,” tambahnya.

Dua kolam tersebut diperkirakan mampu menampung hingga 40 meter kubik lumpur, yang akan dibersihkan secara berkala setiap 10 hari sekali.