Mojokerto – Kembali lagi, setelah batch pertama Pemkab menyalurkan sekitar Rp1,18 miliar kini bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025 kembali diberikan kepada ribuan buruh.
Bagi pekerja ini menjadi angin segar bagi ribuan buruh pabrik rokok di Kabupaten Mojokerto. Namun, lebih dari sekadar bantuan tunai, program ini kini diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi para pekerja di sektor tembakau.
Sebanyak 1.245 buruh rokok di Mitra Produksi Sigaret (MPS) KUD Tani Bahagia, Kecamatan Gondang, menerima BLT sebesar Rp1.000.000 per orang, Senin (6/10). Penyaluran dilakukan langsung oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra, disaksikan Forkopimda dan jajaran terkait.
Dalam sambutannya, Bupati Albarra menekankan bahwa pemerintah tidak hanya hadir memberi bantuan, tetapi juga berupaya membuka jalan kemandirian bagi masyarakat penerima.
“BLT DBHCHT ini bukan sekadar uang tunai, tapi bagian dari upaya kami membangun fondasi ekonomi yang berkelanjutan. Pemerintah ingin buruh rokok tidak hanya terbantu hari ini, tapi juga punya peluang meningkatkan taraf hidupnya,” tegas Bupati Albarra.
Untuk mendukung hal itu, Pemkab Mojokerto menyiapkan program pendamping berupa pelatihan kewirausahaan, peningkatan keterampilan, serta bantuan alat produksi sederhana bagi keluarga penerima manfaat.
“Melalui pelatihan dan pemberdayaan, kami ingin agar bantuan ini menjadi pemicu munculnya usaha kecil baru yang mampu bertahan di tengah perubahan ekonomi,” imbuhnya.
Selain bantuan tunai, kegiatan penyaluran BLT juga disertai layanan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto. Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga konsultasi kesehatan disediakan tanpa biaya, menandai perhatian pemerintah pada kesejahteraan menyeluruh—baik ekonomi maupun kesehatan pekerja.
Pimpinan MPS KUD Tani Bahagia, Azhari Husnan, mengapresiasi langkah Pemkab Mojokerto yang tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga perhatian terhadap kualitas hidup buruh.
“Kami senang karena bantuan ini disertai edukasi dan layanan kesehatan. Semoga semangat kerja teman-teman semakin tinggi dan industri tembakau tetap stabil,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung tertib dan disambut antusias oleh para buruh rokok. Banyak dari mereka mengaku bantuan ini akan digunakan untuk kebutuhan keluarga, sambil menantikan program pelatihan yang dijanjikan pemerintah.
Dengan arah baru yang lebih menekankan pemberdayaan dan keberlanjutan ekonomi, program BLT DBHCHT di Kabupaten Mojokerto menjadi contoh nyata bahwa kebijakan berbasis cukai tembakau tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari bawah.









