
koranpilar.com, Tulungagung. Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, secara resmi memberangkatkan rombongan Kepala Desa (Kades) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk mengikuti dialog pembentukan Koperasi Merah Putih di Surabaya, Selasa (30/4).
Acara pelepasan berlangsung di halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Tulungagung. Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu menekankan pentingnya peran koperasi dalam memperkuat perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dialog ini merupakan bagian dari persiapan pembentukan Koperasi Merah Putih serta bentuk dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
Sebanyak 80 kepala desa dan 80 anggota BPD diberangkatkan ke Surabaya menggunakan empat bus. Gatut Sunu menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten akan mendukung pembentukan koperasi tersebut dengan menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) dan menanggung biaya administrasi di notaris sebesar Rp2,5 juta.
“Untuk sementara, perwakilan dari dua desa di setiap kecamatan—sebanyak 38 desa—akan dibiayai oleh provinsi, sedangkan sisanya akan dibantu oleh pemerintah kabupaten,” jelasnya.
Menanggapi keberadaan Koperasi Unit Desa (KUD) yang masih aktif, Bupati menyebutkan bahwa pembentukan Koperasi Merah Putih mencakup tiga skema: pendirian koperasi baru, pengembangan koperasi yang sudah ada, dan revitalisasi koperasi yang tidak aktif.
“KUD yang masih berjalan akan dikembangkan, sedangkan yang tidak aktif akan direvitalisasi,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Tulungagung dari Fraksi Golkar, Asrori, menyatakan dukungannya terhadap program pembentukan Koperasi Merah Putih. Ia berharap koperasi tersebut dapat membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat desa.








