Mojokerto – Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda wilayah Kabupaten Mojokerto dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, terdapat empat titik kejadian yang terdampak dari Minggu hingga Selasa (2/9/2025).
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Mojokerto, Abdul Khakim, membenarkan adanya serangkaian kejadian akibat angin kencang tersebut.
“Dalam lima hari terakhir, tercatat ada empat titik kejadian angin kencang di wilayah Mojokerto. Hingga hari ini, angin masih terpantau cukup kencang,” ungkapnya, Rabu (3/9/2025).
Adapun lokasi kejadian meliputi Desa Cembor dan Desa Pacet di Kecamatan Pacet, Desa Purworejo Kecamatan Pungging, serta Desa Trowulan Kecamatan Trowulan. Dampak yang ditimbulkan antara lain pohon tumbang dengan diameter besar, kabel PJU putus, serta kerusakan kanopi tempat usaha milik warga.
Di Desa Cembor, sebuah pohon bulu berdiameter sekitar 80 sentimeter tumbang dan menutup akses jalan. Sementara di Desa Pacet, pohon glodokan berdiameter 60 sentimeter juga tumbang hingga menyebabkan kabel penerangan jalan umum terputus.
Kejadian serupa juga menimpa tempat usaha milik Nur Syamsiah, warga Desa Purworejo, Kecamatan Pungging. Angin kencang yang terjadi pada Selasa siang membuat kanopi berukuran sekitar 10 x 6 meter terlepas dan mengalami kerusakan berat. Sedangkan di Desa Trowulan, sebuah pohon mahoni tumbang dan menutup jalan utama sebelum berhasil dievakuasi.
Abdul Khakim menambahkan, BPBD Mojokerto bersama TNI, Polri, relawan, dan masyarakat bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi.
“Seluruh pohon tumbang sudah berhasil dievakuasi sehingga arus lalu lintas kembali normal. Untuk kerugian material, saat ini masih dalam proses pendataan,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem.
“Kami mengingatkan warga agar lebih berhati-hati, khususnya yang berada di sekitar pohon besar maupun bangunan dengan konstruksi ringan, karena kondisi angin hingga hari ini masih cukup kencang,” pungkasnya.









