Kamis, Oktober 1, 2026
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
No Result
View All Result
Home Daerah Surabaya

81 Tahun Merdeka, Mengapa Daerah Masih Kesulitan Membayar PPPK?. Jangan Hanya Menghemat APBD, Saatnya Kepala Daerah Mengubah Kekayaan Menjadi Kekuatan Fiskal (Episode Empat.. Tamat)

by Redaksi
Minggu, 16 Agustus 2026, 16:53 WIB
A A
81 Tahun Merdeka, Mengapa Daerah Masih Kesulitan Membayar PPPK?  Jangan Hanya Menghemat APBD, Saatnya Kepala Daerah Mengubah Kekayaan Menjadi Kekuatan Fiskal (Episode Pertama).

Ir. Bagus Budi Hermanto, MM.

Oleh: Ir. Bagus Budi Hermanto, MM.

public value. Dalam paradigma ini, Bupati/Wali Kota menjadi semacam.

Chief Strategist

Chief Investment Officer

Chief Economic Development Officer

Chief Revenue Officer

Chief Asset Officer

Chief Infrastructure Officer

dan

Chief Governance Officer.

Ukuran keberhasilannya bukan sekadar serapan APBD.

Tetapi:

economic growth + investment + employment + value added + PAD + fiscal capacity + public welfare.

Saatnya Mengubah Cara Mengukur Keberhasilan Kepala Daerah

Selama ini kita terlalu mudah terpesona oleh:

APBD besar.

Padahal APBD besar belum tentu berarti fiscal capacity kuat.

Yang perlu dilihat adalah:

Apakah PAD tumbuh?

Apakah investasi meningkat?

Apakah lapangan kerja bertambah?

Apakah produktivitas naik?

Apakah nilai tambah tinggal di daerah?

Apakah tax gap mengecil?

Apakah aset semakin produktif?

Apakah fiscal space semakin lebar?

Apakah ketergantungan terhadap transfer berkurang secara sehat?

Dan yang paling penting:

Apakah masyarakat semakin sejahtera?

Penutup: Jangan Hanya Mencari Uang untuk Membayar PPPK

Persoalan penggajian PPPK seharusnya tidak dipandang sebagai masalah kepegawaian semata.

Ia adalah alarm tentang kapasitas fiskal daerah.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Hadirkan Kado HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Naik Trans Jatim Gratis Seharian pada 17 Agustus 2026

Ia mengingatkan kita bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya sibuk mengelola uang yang sudah ada.

Kita harus mulai membangun kemampuan untuk menciptakan uang dan nilai ekonomi baru secara sah, produktif, berkeadilan dan berkelanjutan.

Efisiensi tetap penting.

Tetapi efisiensi bukan jawaban tunggal.

Daerah membutuhkan:

investasi,

industrialisasi,

hilirisasi,

produktivitas,

UMKM yang naik kelas,

BUMD yang sehat,

aset yang produktif,

infrastruktur yang menghasilkan multiplier effect,

digitalisasi penerimaan,

tax-base expansion,

dan tata kelola yang berintegritas.

Dengan demikian terbentuk sebuah rantai:

POTENSI

↓
AKTIVITAS EKONOMI
↓
NILAI TAMBAH
↓
INVESTASI & LAPANGAN KERJA
↓
BASIS PAJAK
↓
PAD
↓
FISCAL CAPACITY
↓
FISCAL SPACE
↓
PPPK + PELAYANAN PUBLIK + PEMBANGUNAN
↓
PERTUMBUHAN EKONOMI
↓
KAPASITAS FISKAL YANG SEMAKIN KUAT

Inilah Fiscal-Economic Growth Cycle.

Dan mungkin, inilah salah satu cara paling konkret untuk menerjemahkan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” pada usia 81 tahun.

Sebab kemerdekaan bukan hanya tentang bebas dari penjajahan.

Kemerdekaan juga berarti kemampuan untuk:

Baca Juga :  Asep Heri Mohon Pamit Kepada Masyarakat Jawa Timur

mengubah kekayaan menjadi nilai,

mengubah nilai menjadi kekuatan ekonomi,

mengubah kekuatan ekonomi menjadi kapasitas fiskal,

dan mengubah kapasitas fiskal menjadi kesejahteraan rakyat.

Karena itu, kita tidak boleh hanya bertanya:

“Bagaimana mencari uang untuk membayar PPPK?”

Kita harus berani bertanya lebih jauh:

“Bagaimana membangun daerah yang begitu produktif sehingga mampu membayar kewajibannya, membangun infrastrukturnya, meningkatkan pelayanan publiknya, dan sekaligus menciptakan kesejahteraan bagi rakyat?”

Itulah tantangan kepala daerah Indonesia ke depan.

Bukan sekadar mengelola APBD.

Tetapi menciptakan economic value.

Bukan sekadar menghemat anggaran.

Tetapi memperbesar kapasitas ekonomi.

Bukan sekadar mengejar PAD.

Tetapi membangun economic base yang membuat PAD tumbuh secara sehat.

Dan bukan sekadar membayar PPPK hari ini.

Tetapi membangun kekuatan fiskal yang mampu menjamin keberlanjutan pelayanan publik dan pembangunan untuk generasi yang akan datang.

81 tahun Indonesia merdeka.

Mungkin sudah saatnya kita memperluas makna kata merdeka.

Merdeka dari potensi yang menganggur.

Merdeka dari ekonomi bahan mentah.

Merdeka dari kebocoran nilai ekonomi.

Baca Juga :  ERI CAHYADI NGEDABRUS JILID 2 !!! "MENAGIH JANJI WALIKOTA SURABAYA"

Merdeka dari rapuhnya kapasitas fiskal.

Merdeka dari kemiskinan dan keterbelakangan.

Karena:

Daerah yang kuat bukan daerah yang sekadar memiliki kekayaan.

Daerah yang kuat adalah daerah yang mampu mengubah kekayaan menjadi nilai, nilai menjadi kekuatan ekonomi, kekuatan ekonomi menjadi kapasitas fiskal, dan kapasitas fiskal menjadi kesejahteraan rakyat.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. 🇮🇩

Indonesia Berdaulat,

Indonesia Adi,

Indonesia Makmur.

Merdeka untuk menciptakan nilai.
Merdeka untuk membangun kemandirian.
Merdeka untuk mewujudkan kesejahteraan.

Share1SendTweet1
Previous Post

Iklan Ucapan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur

Next Post

Gubernur Khofifah Hadirkan Kado HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Naik Trans Jatim Gratis Seharian pada 17 Agustus 2026

Related Posts

DARI BIBIT KE ALGORITMA : JALAN PANJANG MENUJU REVOLUSI KOPI INDONESIA (Bagian Ketiga).
Surabaya

DARI BIBIT KE ALGORITMA : JALAN PANJANG MENUJU REVOLUSI KOPI INDONESIA (Bagian Ketiga).

Senin, 21 September 2026, 19:39 WIB
DARI BIBIT KE ALGORITMA : JALAN PANJANG MENUJU REVOLUSI KOPI INDONESIA (Bagian Pertama).
Surabaya

DARI BIBIT KE ALGORITMA : JALAN PANJANG MENUJU REVOLUSI KOPI INDONESIA (Bagian Kedua).

Minggu, 20 September 2026, 16:30 WIB
DARI BIBIT KE ALGORITMA : JALAN PANJANG MENUJU REVOLUSI KOPI INDONESIA (Bagian Pertama).
Surabaya

DARI BIBIT KE ALGORITMA : JALAN PANJANG MENUJU REVOLUSI KOPI INDONESIA (Bagian Pertama).

Sabtu, 19 September 2026, 17:40 WIB
Surabaya

Sabtu, 22 Agustus 2026, 17:11 WIB
Gubernur Khofifah Pimpin Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Grahadi: Gelorakan Semangat Wujudkan Kedaulatan, Keadilan dan Kemakmuran Bangsa
Surabaya

Gubernur Khofifah Pimpin Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Grahadi: Gelorakan Semangat Wujudkan Kedaulatan, Keadilan dan Kemakmuran Bangsa

Selasa, 18 Agustus 2026, 05:44 WIB
Lewat Film ISTIMEWA, IKAPPI Jatim Soroti Akses Kesehatan dan Pendidikan Anak Disabilitas
Surabaya

Lewat Film ISTIMEWA, IKAPPI Jatim Soroti Akses Kesehatan dan Pendidikan Anak Disabilitas

Senin, 17 Agustus 2026, 13:52 WIB
Next Post
Gubernur Khofifah Hadirkan Kado HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Naik Trans Jatim Gratis Seharian pada 17 Agustus 2026

Gubernur Khofifah Hadirkan Kado HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Naik Trans Jatim Gratis Seharian pada 17 Agustus 2026

Recommended

U.S. Online Sales Surge, Shoppers Throng Stores On Thanksgiving Evening

Rabu, 4 Maret 2026, 19:57 WIB
Asta Cita Presiden RI, Kapolda Jatim Dorong Perluasan Program untuk Ketahanan Pangan

Asta Cita Presiden RI, Kapolda Jatim Dorong Perluasan Program untuk Ketahanan Pangan

Senin, 13 Oktober 2025, 13:18 WIB

Don't miss it

Fenomena Antrean Pertalite Mengular di Mojokerto, Pengendara Akui SPBU Perkotaan Selalu Padat Sejak Pertamax Naik
Mojokerto

Fenomena Antrean Pertalite Mengular di Mojokerto, Pengendara Akui SPBU Perkotaan Selalu Padat Sejak Pertamax Naik

Rabu, 30 September 2026, 09:51 WIB
Satpolairud Lamongan dan KSOP Sidak KMP Gili Iyang di Pelabuhan ASDP Paciran
Lamongan

Satpolairud Lamongan dan KSOP Sidak KMP Gili Iyang di Pelabuhan ASDP Paciran

Rabu, 30 September 2026, 07:33 WIB
Polres Lamongan Tangani Dua Penemuan Jenazah Mendadak di Persawahan Laren dan Hutan Bluluk
Lamongan

Polres Lamongan Tangani Dua Penemuan Jenazah Mendadak di Persawahan Laren dan Hutan Bluluk

Rabu, 30 September 2026, 07:24 WIB
Dipicu Percikan Korek Api di Tumpukan Plastik, Gudang Rosokan di Jalan Pahlawan Lamongan Ludes Terbakar
Lamongan

Dipicu Percikan Korek Api di Tumpukan Plastik, Gudang Rosokan di Jalan Pahlawan Lamongan Ludes Terbakar

Senin, 28 September 2026, 08:13 WIB
Resmi Dikukuhkan, Prof. Chamdan Purnama sebagai Guru Besar Ilmu Manajemen di STIE Al-Anwar Mojokerto
Mojokerto

Resmi Dikukuhkan, Prof. Chamdan Purnama sebagai Guru Besar Ilmu Manajemen di STIE Al-Anwar Mojokerto

Senin, 28 September 2026, 08:06 WIB
Wisuda ke-25 STIE Al-Anwar Mojokerto: Cetak 183 Lulusan Adaptif Era Digital dan Pengukuhan Guru Besar
Mojokerto

Wisuda ke-25 STIE Al-Anwar Mojokerto: Cetak 183 Lulusan Adaptif Era Digital dan Pengukuhan Guru Besar

Senin, 28 September 2026, 08:00 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kode Etik Jurnalistik

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved