Penulis : Tim
Editor : Redaksi
Koranpilar.com, Tulungagung – Pusaka Tombak Kanjeng Kyai Upas ini berasal dari Mataram yang dibawa Oleh Raden Mas Tumenggung Pringgodiningrat, putra dari Pangeran Noyokusumo di Pekalongan yang menjadi menantu Sultan Hamengku Buwono II, ketika beliau menjadi Bupati Ngrowo yang sekarang dikenal dengan Tulungagung.
Pusaka Kanjeng Kyai Upas dipelihara dengan baik oleh Bupati Ngrowo atau Tulungagung Raden Mas Pringgo Kusumo secara adat dan turun-temurun. Pusaka ini sumare? ditempatkan? di Gedhong Pusaka di Dalem Kanjengan Kepatihan Kecamatan Kota Tulungagung, Kabupaten Tulungagung.
Setiap hari Kamis oleh Kyai Emban diberi sesaji dan diberi lampu cuplak dengan minyak jarak dan sambil membakar kemenyan. Pada saat ini yang memelihara pusaka tersebut Bapak Raden Mas Indronoto, salah satu keturunan keluarga Raden Mas Pringgo Kusumo.

Tujuan upacara adat jamasan pusaka tombak Kanjeng Kyai Upas adalah untuk pemeliharaan secara tradisional, sehingga diharapkan dengan pemeliharaan ini pusaka tombak Kyai Upas akan tetap ampuh, tidak rusak dapat melindungi masyarakat pendukungnya akan adanya gangguan atau bencana yang akan menimpanya.
Secara logika sekarang bahwa dengan jamasan itu pusaka akan terpelihara tidak berkarat, tidak rusak, karena dibersihkan dan diolesi dengan warangan yang merupakan racun yang dapat mematikan bakteri perusak.
Upacara adat jamasan Pusaka Kanjeng Kyai Upas di Tulungangung dilaksanakan setiap tahun sekali, yaitu bertepatan pada hari Jumat antara tanggal 11 sampai 20 bulan di Sura. Puncak upacara dilaksanakan pada hari Jumat dengan mengambil waktu pukul 09.00 ? 11.00 atau sebelum sholat Jumat.
Tempat pelaksanaan jamasan Kanjeng Kyai Upas di Dalem Kanjengan, Kepatihan, Kecamatan Kota Tulungagung (TAMAT).









