Liputan : Tim// Editor : Redaksi
Koranpilar.com. Surabaya – Seperti di beritakan sebelumnya, DPC PDI Perjuangan kota Surabaya memanggil Saudara Solekan, Happy, Wardoyo SH, Juli Wahsono dan seorang Pewarta Berita salah satu Media.
Dimana mereka di panggil untuk di mintai keterangan atau klarifikasi terkait pemberitaan di beberapa media dengan mengatakan Walikota surabaya Eri Cahyadi ” NGEDABRUS ”
Dalam rapat Klarifikasi yang di pimpin Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya Syaifudin Zuhri berlangsung panas dan penuh emosional. Hadir juga dalam rapat tersebut, pengurus DPC PDI Perjuangan surabaya lainya yaitu saudara Anas Karno Aliyuddin, dan Eko Wahyono.
Awal klarifikasi yang di mulai dari saudara Juli Wahsono berjalan sangat singkat, cuma beberapa menit saja, bahkan boleh di sebut DPC PDI Perjuangan Surabaya layaknya lagi menerima tamu. Tidak ada pertanyaan yang begitu tajam apalagi emosional pada saudara Juli Wahsono.
Beda dengan session kedua, Saudara Wardoyo SH, dan di teruskan dengan Solekan, Happy dan Pewarta Berita salah satu Media, yang secara bergantian di minta keterangannya.
Dari sekian session agenda klarifikasi tersebut, yang menarik dan jadi perhatian sesama kader partai, yaitu ada pada saat klarifikasi saudara Wardoyo SH, yang juga Ketua Promeg’96 surabaya. Karena dalam klarifikasi tersebut berlangsung perdebatan yang sangat panas, cenderung emosional, bahkan boleh di katakan kasar atau Arogan.

Ada beberapa pertanyaan yang cecarkan pada saudara Wardoyo SH oleh Saudara Anas Karno yang menjabat sebagai Wakabid Hukum dan Advokasi DPC PDI Perjuangan surabaya, yang juga merangkap Anggota DPRD Komisi A hasil mendapatkan hadiah PAW sebagai pengganti Almarhum Adi Sutarwiyono.
Dalam bertanya tersebut, Saudara Anas Karno dan Syaifudin Zuhri melontarkan pada saudara Wardoyo apakah anda seorang Kader? Wardoyo jawab ya.
Lalu sebagai Kader kenapa anda memerintahkan pada Seorang Eri Cahyadi, padahal Eri Cahyadi adalah pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, kan gak boleh itu, masak kader merintah Pengurus, citra partai jadi tercoreng?. Saya tidak memerintahkan tapi mohon Eri Cahyadi untuk merealisasikan janji-janjinya jawab Wardoyo SH.
Sekilas beberapa bagian dari cuplikan pertanyaan dan jawaban agenda klarifikasi yang berlangsung sangat lama tersebut, apalagi dalam suasana sangat panas dan emosional, di akhiri dengan kesepakatan Saudara Wardoyo SH, di suruh tanda tangan, agar tidak mengulangi perbuatannya, dan apabila saudara Wardoyo SH, mengulangi kembali perbuatannya maka DPC PDI Perjuangan surabaya tidak segan-segan akan memproses secara hukum Ujar Anas Karno.













