Senin, Mei 18, 2026
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
No Result
View All Result
Home Daerah Surabaya

Desak Indonesia Keluar dari “Board of Peace” 36 Elemen Masyarakat Surabaya Gelar Aksi di Depan Grahadi

by Redaksi
Senin, 18 Mei 2026, 10:32 WIB
A A
Desak Indonesia Keluar dari “Board of Peace” 36 Elemen Masyarakat Surabaya Gelar Aksi di Depan Grahadi

spanduk aksi di depan gedung grahadi surabaya

Liputan : Goltom // Editor : Redaksi

Koranpilar.com. Surabaya – 36 elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Pembela Konstitusi menggelar aksi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (17/5/2026).

Massa mendesak Pemerintah Republik Indonesia mengambil sikap lebih tegas terhadap konflik global, khususnya krisis kemanusiaan di Palestina, serta mempertahankan politik luar negeri bebas aktif.

Massa juga membawa berbagai spanduk berisi kecaman terhadap agresi Israel di Palestina. Aksi yang berlangsung di Taman Apsari itu dengan mengibarkan bendera Indonesia, Palestina, dan Iran.

Dalam aksi tersebut, massa membawa boneka bergambar Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang kemudian dilempari dan diinjak-injak sebagai simbol perlawanan terhadap imperialisme dan penjajahan.

Selain menyampaikan orasi, peserta aksi juga menggelar teatrikal yang menggambarkan penindasan terhadap rakyat Palestina.

Ketua Aliansi Pembela Konstitusi, Saleh Ismail Mukadar, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan gerakan kemanusiaan yang berpijak pada amanat konstitusi, bukan gerakan sektarian (fanatik).

“Ini bukan aksi agama, ini aksi kemanusiaan. Kami menolak segala bentuk penjajahan dan imperialisme yang masih berlangsung terhadap bangsa-bangsa merdeka,” ujar Saleh di hadapan massa aksi.

Baca Juga :  Laporan Kemenkes: Jatim Catat Kenaikan Kasus HIV/AIDS Tertinggi Nasional, Tulungagung Masuk Zona Merah

Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi juga secara terbuka meminta pemerintah keluar dari Board of Peace (BOP) yang mereka nilai sebagai bagian dari skema geopolitik global di bawah pengaruh Amerika Serikat.

masa aksi, 36 elemen masyarakat pembela konstitusi

Menurut mereka, keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut berpotensi menggeser arah politik luar negeri nasional dari prinsip nonblok dan anti-penjajahan.

“Indonesia tidak boleh tunduk pada kepentingan adidaya mana pun. Politik luar Negeri harus kembali pada amanat konstitusi, yakni bebas aktif dan anti-penjajahan,” tegas Saleh.

Lebih lanjut Saleh menilai dinamika geopolitik global saat ini tidak bisa dilepaskan dari kepentingan ekonomi dan energi, termasuk perebutan pengaruh atas sumber daya minyak di kawasan konflik.

Karena itu, menurutnya, gerakan yang dilakukan Aliansi Pembela Konstitusi bertujuan menjaga agar arah politik Indonesia tetap berpijak pada konstitusi dan kepentingan nasional.

“Kami ingin mengingatkan agar politik luar negeri Indonesia tetap berpegang pada prinsip bebas aktif, yakni aktif memperjuangkan perdamaian dunia serta mendukung kemerdekaan dan keadilan bagi seluruh bangsa,” katanya.

Dalam aksi tersebut, massa turut menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain penghentian kekerasan dan krisis kemanusiaan di Gaza, penolakan terhadap ekspansi militer dan permukiman ilegal di Palestina, serta dorongan agar pemerintah Indonesia mengambil langkah diplomatik yang lebih tegas di forum internasional.

Baca Juga :  Kasus Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Kembali Sorotan Publik: Isu Politisasi Hukum Mencuat

“Aksi ini menjadi pengingat bahwa Indonesia sejak awal berdiri memiliki komitmen menolak penjajahan di atas dunia. Sikap itu harus tetap dijaga,” ujar Saleh.

Aksi solidaritas tersebut mendapat perhatian masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di kawasan Jalan Pemuda Surabaya. Meski diikuti puluhan elemen masyarakat, kegiatan berlangsung kondusif dengan pengawalan aparat keamanan.

Melalui aksi tersebut, elemen masyarakat Surabaya berharap pemerintah Indonesia dapat mengambil langkah tegas dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina serta memperjuangkan perdamaian dunia sesuai amanat konstitusi bangsa Indonesia.

ShareSendTweet
Previous Post

LAGA PERSAHABATAN, PEMKAB TULUNGAGUNG FC VS PEMKAB TRENGGALEK FC

Related Posts

Transformasi Digital Birokrasi: Teknologi Saja Tidak Cukup
Surabaya

Transformasi Digital Birokrasi: Teknologi Saja Tidak Cukup

Jumat, 8 Mei 2026, 18:25 WIB
Laporan Kemenkes: Jatim Catat Kenaikan Kasus HIV/AIDS Tertinggi Nasional, Tulungagung Masuk Zona Merah
Peristiwa

Laporan Kemenkes: Jatim Catat Kenaikan Kasus HIV/AIDS Tertinggi Nasional, Tulungagung Masuk Zona Merah

Kamis, 4 Desember 2025, 05:40 WIB
Cerita UKW LKBN Antara ke-30 di Surabaya, Wartawan Muda Doktor hingga Peserta Terjauh dari Kalimantan
Peristiwa

Cerita UKW LKBN Antara ke-30 di Surabaya, Wartawan Muda Doktor hingga Peserta Terjauh dari Kalimantan

Sabtu, 2 Agustus 2025, 13:40 WIB
Pernyataan Sikap PROMEG 96 Jatim
Hukum dan Kriminal

Pernyataan Sikap PROMEG 96 Jatim

Sabtu, 10 Mei 2025, 10:00 WIB
Kasus Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Kembali Sorotan Publik: Isu Politisasi Hukum Mencuat
Hukum dan Kriminal

Kasus Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Kembali Sorotan Publik: Isu Politisasi Hukum Mencuat

Sabtu, 10 Mei 2025, 09:57 WIB

Recommended

Terbukti Korupsi, Kades dan Bendes Batangsaren Divonis 3 Tahun Penjara

Terbukti Korupsi, Kades dan Bendes Batangsaren Divonis 3 Tahun Penjara

Jumat, 21 Maret 2025, 18:34 WIB
Efisiensi Anggaran, Kenaikan Insentif RT dan RW di Tulungagung Ditunda

Efisiensi Anggaran, Kenaikan Insentif RT dan RW di Tulungagung Ditunda

Senin, 17 Maret 2025, 12:31 WIB

Don't miss it

Desak Indonesia Keluar dari “Board of Peace” 36 Elemen Masyarakat Surabaya Gelar Aksi di Depan Grahadi
Surabaya

Desak Indonesia Keluar dari “Board of Peace” 36 Elemen Masyarakat Surabaya Gelar Aksi di Depan Grahadi

Senin, 18 Mei 2026, 10:32 WIB
LAGA PERSAHABATAN, PEMKAB TULUNGAGUNG FC VS PEMKAB TRENGGALEK FC
Tulungagung

LAGA PERSAHABATAN, PEMKAB TULUNGAGUNG FC VS PEMKAB TRENGGALEK FC

Senin, 18 Mei 2026, 07:27 WIB
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin Melepas Pemberangkatan Calon Haji Tulungagung.
Tulungagung

Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin Melepas Pemberangkatan Calon Haji Tulungagung.

Minggu, 17 Mei 2026, 20:13 WIB
Jembatan Akan Diperbaiki, Jalan Nasional Tulungagung – Trenggalek Mulai 25 Mei 2026  Ditutup Total
Tulungagung

Jembatan Akan Diperbaiki, Jalan Nasional Tulungagung – Trenggalek Mulai 25 Mei 2026 Ditutup Total

Kamis, 14 Mei 2026, 18:09 WIB
Gubernur Resmikan Revitalisasi 20 Sekolah di Tulungagung, Anggaran Rp 23 Miliar
Tulungagung

Gubernur Resmikan Revitalisasi 20 Sekolah di Tulungagung, Anggaran Rp 23 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026, 17:29 WIB
Dana Ketahanan Pangan Rp 230 Juta, Kandang Sapi Desa Slaharwotan Hanya Berisi 3 Ekor
Tulungagung

Ingkar Janji Alih Fungsi RTH di Perumahan Jepun Residence, Pengembang DiProtes Warga

Selasa, 12 Mei 2026, 15:52 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kode Etik Jurnalistik

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved