Koran Pilar, Lamongan.
Suatu bentuk dukungan Program Ketahanan pangan Tahun 2025, Desa Gebangangkrik Kecamatan Ngimbang, telah merealisasikan budidaya ternak kambing melalui BUMDESA “Gebang waringin”, yang terbagi dua titik lokasi penempatan kandang.
Jelas penggunaan anggaranya dari Dana desa khususnya untuk ketahanan pangan 20%, merupakan wujud dukungan menuju pencapaian swasembada pangan secara nasional sesuai potensi Desa.
Direktur BUMDESA Gebang waringin. Andriyanto menjelaskan , mengenai program ketahanan pangan yang di peruntukkan untuk pengembangan ternak kambing, Sebelumnya Pemdes sudah melaksanakan Musdes dan ada kesepakatan bersama, bahwa untuk pengembangan budidaya ternak di wilayah kami, sangatlah potensi seperti peternakan kambing, ungkapnya.
Lanjutnya lagi, soal biaya anggaran Ketahanan pangan yang melalui BUMDESA, sebesar Rp. 98.300,000,. itu termasuk buat biaya sewa tempat, biaya pembibitan, pakan juga perawatan dan mengenai kandangnya telah kami bagi dua titik lokasi , satu kandang kami isi sekitar 10 ekor, ucapnya pada awak media saat dilokasi, Senin 13/01/2026.
Dan kami, Direktur BUMDESA beserta pengurus mengucapkan terima kasih kepada Pemerintahan Desa, yang mana telah di beri amanah, untuk mengelola peternakan kambing. insa allah’ akan kami kerjakan sebaik mungkin secara profesional semoga akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat. nantinya.
Selaku Kades Gebangangkrik Wiji” juga menyampaikan, adanya budidaya ternak kambing yang di kelola melalui BUMDESA, merupakan wujud dukungan kami terhadap Program Pemerintah, dalam pencapaian swasembada pangan, selain itu, juga akan membuka lapangan pekerjaan, hingga akhirnya kesejahteraan masyarakat akan lebih baik, ungkapnya.
Dengan adanya BUMDESA ternak kambing, merupakan inisiatif bersama, selain untuk mendukung program ketahanan pangan secara nasional, kami juga berharap sebagai ketahanan pangan bagi Desa sendiri..
Harapan (Kades) dengan manajemen yang benar atau sistem pengelolaanya yang baik BUMDESA pada akhirnya sangat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan selanjutnya mampu berkontribusi pada kebutuhan pangan secara berkelanjutan. Pungkasnya. (NZ/)
Penulis Anshar.
Editor Redaksi









