Mojokerto – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Mojokerto sejak Jumat malam mengakibatkan luapan Anak Sungai Lamong dan merendam permukiman warga di Dusun Balong, Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, Sabtu 10 Januari 2025 dini hari.
Berdasarkan data terkini, sedikitnya 13 rumah warga terdampak dengan ketinggian air masuk ke dalam rumah mencapai 15 hingga 30 sentimeter.
Dampak banjir tidak hanya menyasar area permukiman, tetapi juga melumpuhkan akses transportasi dan sektor pertanian warga setempat.
Genangan air di jalan utama desa tercatat mencapai ketinggian 40 hingga 50 sentimeter, yang menyulitkan mobilitas kendaraan. Selain itu, sekitar 2,5 hektare lahan persawahan yang baru ditanami turut terendam, yang memicu kekhawatiran akan potensi gagal panen bagi petani lokal.
BPBD Kabupaten Mojokerto segera menerjunkan tim reaksi cepat ke lokasi kejadian untuk melakukan pendataan dan evakuasi peralatan.
Untuk mempercepat surutnya air, petugas menyiagakan mobil pompa portabel dan genset di titik-titik genangan terdalam. Langkah ini dilakukan guna memastikan air tidak mengendap terlalu lama di area hunian warga.
Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra, yang turun langsung ke lokasi pada Minggu (11/1) siang, mengonfirmasi bahwa penanganan darurat telah berjalan secara optimal.
Dalam tinjauan tersebut, pemerintah daerah menyalurkan total 80 paket bantuan yang terdiri dari 20 paket sembako, 20 paket lauk-pauk, 20 paket dignity kits, dan 20 boks paket kebersihan untuk meringankan beban para korban.
“BPBD sudah sigap, sudah menyediakan air untuk disedot, ada mobil pompa, genset, dan sebagainya,”ujar Bupati saat meninjau lokasi.
Selain bantuan logistik, layanan kesehatan melalui Puskesmas setempat juga disiagakan penuh guna mengantisipasi munculnya penyakit pascabanjir.
Meski air dilaporkan mulai berangsur surut pada Minggu siang, BPBD tetap melakukan pemantauan ketat mengingat potensi hujan susulan di wilayah hulu Sungai Lamong masih cukup tinggi hingga bulan Maret mendatang.
Bupati mengimbau seluruh masyarakat di zona rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Warga diminta aktif menjaga kebersihan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan untuk meminimalisir penyumbatan yang dapat memperparah dampak banjir di masa depan.









