Senin, Mei 25, 2026
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
No Result
View All Result
Home Daerah Mojokerto

Sinkronisasi Program Pembangunan Desa dan Pemkab Lemah, Bupati Mojokerto Beri Warning

by Redaksi
Selasa, 7 Oktober 2025, 17:23 WIB
A A
Sinkronisasi Program Pembangunan Desa dan Pemkab Lemah, Bupati Mojokerto Beri Warning

Mojokerto – Di tengah sorotan terkait belum sinkronnya sejumlah program pembangunan desa dengan arah kebijakan daerah, Bupati Mojokerto Muhammad Albarra menegaskan pentingnya harmonisasi dan sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah.

Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan Harmonisasi Bupati Mojokerto bersama Tenaga Pendamping Profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TPP P3MD) Tahun 2025 di Pendopo Graha Maja Tama, pekan kemarin.

Acara yang diikuti 104 tenaga pendamping profesional itu menjadi ajang evaluasi terhadap efektivitas pendampingan desa yang selama ini dinilai masih belum optimal. Dalam berbagai kesempatan, sejumlah pendamping desa mengeluhkan tumpang tindih kebijakan dan lemahnya koordinasi antarinstansi yang membuat program pemberdayaan di tingkat desa berjalan lambat.

Kepala DPMD Kabupaten Mojokerto, Sugeng Nuryadi, dalam laporannya mengakui bahwa forum ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan. Ia menyebutkan, banyak desa menghadapi kendala teknis dan administratif karena kebijakan daerah dan pusat tidak selalu sejalan.

“Kita perlu menyamakan persepsi agar pendampingan lebih tepat sasaran. Masih ada perbedaan tafsir di lapangan antara kebijakan daerah, pusat, dan desa,” ujar Sugeng.

Baca Juga :  Dukungan Peningkatan Mobilitas, 100 Unit Becak Listrik Diserahkan Presiden Prabowo kepada Warga Mojokerto

Bupati Albarra atau yang akrab disapa Gus Bupati, menyoroti langsung persoalan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan desa tidak boleh berjalan sendiri-sendiri dan harus diselaraskan dengan program prioritas kabupaten.

“Selama ini masih banyak desa yang membuat program sendiri tanpa memperhatikan arah kebijakan daerah. Padahal, yang kita butuhkan adalah sinkronisasi dari bawah ke atas,” tegasnya.

Pernyataan Albarra itu mencerminkan kekhawatiran Pemkab Mojokerto terhadap rendahnya efektivitas penggunaan Dana Desa dan DBHCHT, yang dalam beberapa tahun terakhir dinilai belum sepenuhnya mampu menggerakkan perekonomian desa.

Bupati juga menyoroti lemahnya inovasi dan rendahnya akuntabilitas dalam pelaksanaan program desa. Ia menegaskan pendamping harus berperan aktif dalam memastikan transparansi dan mengawal tata kelola anggaran agar tidak disalahgunakan.

“Pendamping desa harus menjadi garda terdepan dalam memastikan penggunaan dana yang bersih, jujur, dan akuntabel,” ujarnya dengan nada tegas.

Namun, di balik ajakan tersebut, sejumlah peserta forum menyebut harmonisasi yang diadakan tiap tahun sering kali hanya berakhir pada tataran wacana. Banyak hasil diskusi tidak diikuti langkah konkret di lapangan karena minimnya dukungan teknis dan birokrasi yang berbelit.

Baca Juga :  Kades Sukorame Pemerataan Infrastruktur Jalan Akan Berdampak Positif Bagi Kesejahteraan Masyarakat.

“Forum seperti ini bagus, tapi kalau tidak diikuti perubahan kebijakan dan sinergi nyata antar-dinas, hasilnya akan sama saja seperti tahun-tahun sebelumnya,” ungkap salah satu pendamping desa yang enggan disebutkan namanya.

Meski demikian, Bupati Albarra tetap menegaskan komitmennya menjalankan visi pembangunan Kabupaten Mojokerto 2025–2029 melalui empat misi Catur Abhipraya Mubarok, mencakup peningkatan pelayanan publik, penguatan SDM, kemandirian ekonomi, dan infrastruktur.

“Saya ingin harmonisasi ini tidak berhenti di forum. Harus ada tindak lanjut nyata di lapangan,” tutupnya.

Hingga kini, pelaksanaan program pembangunan desa di Mojokerto masih menghadapi tantangan klasik: koordinasi yang lemah, kebijakan tumpang tindih, serta rendahnya kapasitas SDM pendamping. Meski pemerintah daerah berupaya memperbaikinya, publik menilai hasilnya belum signifikan.

Tags: kabupaten mojokertopemerintah kabupaten mojokerto
ShareSendTweet
Previous Post

Gelombang 2 BLT DBHCHT, 1.245 Buruh Rokok Mojokerto Terima Bantuan

Next Post

BUPATI TULUNGAGUNG GATUT SUNU WIBOWO PIMPIN APEL KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANA HIDROMETEOROLOGI

Related Posts

KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN MOJOKERTO, KOORDINASI LANGKAH STRATEGIS ANTAR PIHAK TERKAIT
Mojokerto

KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN MOJOKERTO, KOORDINASI LANGKAH STRATEGIS ANTAR PIHAK TERKAIT

Kamis, 21 Mei 2026, 16:22 WIB
BPK Jatim Siap Audit Terperinci LKPD 2025 Pemkab Mojokerto
Mojokerto

BPK Jatim Siap Audit Terperinci LKPD 2025 Pemkab Mojokerto

Jumat, 3 April 2026, 17:04 WIB
Foto : Pemkab Gelar Rapat Koordinasi Antisipasi Perang di Timur Tengah
Mojokerto

Respons Dinamika Global, Pemkab Mojokerto Perkuat Ketahanan Pangan dan Perlindungan Sosial

Sabtu, 28 Maret 2026, 12:18 WIB
Baznas Mojokerto Distribusikan 10 Ton, Total ZIS Rp 574 Juta
Mojokerto

Baznas Mojokerto Distribusikan 10 Ton, Total ZIS Rp 574 Juta

Kamis, 19 Maret 2026, 11:53 WIB
Ibu Kota Kabupaten Mojokerto Resmi Pindah ke Mojosari, DPRD Setujuai dalam Paripurna
Mojokerto

Ibu Kota Kabupaten Mojokerto Resmi Pindah ke Mojosari, DPRD Setujuai dalam Paripurna

Senin, 16 Maret 2026, 12:43 WIB
Menembus Batas Akademik di Mojokerto, Prof. Chamdan Purnama Sang Pendidik Inspiratif
Mojokerto

Menembus Batas Akademik di Mojokerto, Prof. Chamdan Purnama Sang Pendidik Inspiratif

Sabtu, 14 Maret 2026, 09:10 WIB
Next Post
BUPATI TULUNGAGUNG GATUT SUNU WIBOWO PIMPIN APEL KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANA HIDROMETEOROLOGI

BUPATI TULUNGAGUNG GATUT SUNU WIBOWO PIMPIN APEL KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANA HIDROMETEOROLOGI

Recommended

Ruang Dinas PUPR

KPK Segera Ke Tulungagung, Pengelidahan Akan Di Lakukan

Rabu, 15 April 2026, 10:14 WIB
Pembangunan Sekolah Rakyat di Tulungagung Terkendala Elevasi Lahan

Pembangunan Sekolah Rakyat di Tulungagung Terkendala Elevasi Lahan

Rabu, 28 Mei 2025, 21:41 WIB

Don't miss it

Resmi Dibuka Plt Bupati Tulungagung, Turnamen Tenis Kartini Kartono Fun Tennis 2026 Sukses Digelar
Tulungagung

Resmi Dibuka Plt Bupati Tulungagung, Turnamen Tenis Kartini Kartono Fun Tennis 2026 Sukses Digelar

Senin, 25 Mei 2026, 08:31 WIB
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin Meresmikan Pembukaan Turnamen Tenis Kartini Kartono Fun Game
Tulungagung

Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin Meresmikan Pembukaan Turnamen Tenis Kartini Kartono Fun Game

Minggu, 24 Mei 2026, 06:02 WIB
TERAPI Bagi NKRI : JALAN PEMULIHAN BANGSA DAN NEGARA (2)
Beranda

TERAPI Bagi NKRI : JALAN PEMULIHAN BANGSA DAN NEGARA (2)

Jumat, 22 Mei 2026, 14:56 WIB
KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN MOJOKERTO, KOORDINASI LANGKAH STRATEGIS ANTAR PIHAK TERKAIT
Mojokerto

KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN MOJOKERTO, KOORDINASI LANGKAH STRATEGIS ANTAR PIHAK TERKAIT

Kamis, 21 Mei 2026, 16:22 WIB
BOROK NKRI : KEBOBROKAN MULTISEKTOR DAN DIAGNOSIS PENYAKIT BANGSA (1)
Beranda

BOROK NKRI : KEBOBROKAN MULTISEKTOR DAN DIAGNOSIS PENYAKIT BANGSA (1)

Kamis, 21 Mei 2026, 15:16 WIB
Konsep Otomatis
Tulungagung

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tulungagung, Sahkan 5 Ranperda. Plt Bupati Ahmad Baharudin : Mendorong Partisipasi Publik dan Penguatan Daerah

Kamis, 21 Mei 2026, 06:34 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kode Etik Jurnalistik

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved