Tulungagung. Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., pada Sabtu (4/10/2025), membuka secara resmi kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di halaman Kantor PCNU Tulungagung. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali peran santri sebagai penjaga nilai-nilai agama sekaligus motor penggerak pembangunan daerah.

Bupati Gatut Sunu, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Hari Santri bukan sekadar acara seremoni tahunan saja, melainkan pijakan strategis untuk memperkokoh kontribusi santri dalam berbagai bidang pembangunan khususnya di Kabupaten Tulungagung.
“Hari Santri 2025 di Tulungagung kami pastikan bukan sekadar seremonial belaka. Momentum ini kami jadikan pijakan memperkuat peran santri dalam pembangunan daerah. Santri adalah agen perubahan yang harus aktif dalam pendidikan, ekonomi, hingga teknologi digital, Pemerintah siap mendukung pesantren melalui program pemberdayaan, peningkatan kualitas SDM, dan sinergi kebijakan agar pesantren menjadi pusat lahirnya generasi unggul dan berdaya saing,” tambahnya.
Menurutnya, santri modern harus memiliki kemampuan ganda, menguasai ilmu agama sekaligus teknologi informasi. Bahkan Bupati menyoroti tantangan di era digital yang kini dihadapi para santri.
“Santri hari ini tidak hanya dituntut menguasai kitab kuning, tetapi juga kitab digital. Mereka harus menjaga akhlak sekaligus menguasai teknologi, menjadi teladan literasi digital yang sehat, memperlihatkan wajah Islam moderat, berwawasan kebangsaan, dan adaptif dengan perkembangan zaman,” jelasnya.
Ditempat yang sama, Ketua Tanfidziyah PCNU Tulungagung, Dr. KH. Bagus Ahmadi, M.Sy., M.Pd.I., menegaskan bahwa semangat Hari Santri harus kembali pada ruh perjuangan Resolusi Jihad 22 Oktober 1945. Ia menilai, patriotisme santri di masa kini diwujudkan melalui kontribusi nyata di berbagai sektor kehidupan.

“Perjuangan santri sekarang bukan lagi melawan penjajah, tetapi mengisi kemerdekaan dengan karya nyata. Santri tidak hanya alim dalam agama, tapi juga aktif di bidang pendidikan, ekonomi, birokrasi, dan dunia usaha,” ungkap KH. Bagus.
Saat ini PCNU Tulungagung telah menyiapkan rangkaian kegiatan refleksi dan pendalaman makna Hari Santri agar para santri semakin memahami dan mengembangkan perannya di masyarakat. Salah satu contoh, pentingnya sinergi antara santri pengusaha, birokrat, dan pengasuh pesantren dalam membangun bangsa, tidak hanya di Tulungagung, tapi juga di tingkat nasional bahkan internasional.
“SDM santri harus terus ditingkatkan, keilmuan diperkaya, dan keterampilan diperkuat agar mampu berkiprah nyata bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya.









