Beranda Peristiwa

FESTIVAL BUDAYA “BENTUK PENGHORMATAN AKAR BUDAYA DAN SPIRITUAL”

69
Staf Khuus Kementerian Kebudayaan RI Di Dampingi Bupati Tulungagung Dalam Acara Festival Budaya Spiritual

Tulungagung. Bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Pembukaan Festival Budaya Spiritual (FBS) Tahun 2025 di laksanakan. Dalam pagelaran Festival budaya spiritual tersebut berlangsung mulai tanggal 10 sampai 13 Juli 2025.

Pembukaan Festival budaya spiritual dilakukan oleh staf khusus Kementerian Kebudayaan RI, Teguh Yuwono, di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis siang (10/7/2025), dengan mengusung tema “Yatra Tuk Jiwa”.yang diartikan sebagai perjalanan spiritual menuju mata air kesadaran dalam diri.

Festival budaya spiritual ini juga memamerkan berbagai kegiatan seperti pusaka/keris, prosesi jamasan pusaka, seni pertunjukan jaranan, wayang, hingga pasar tradisional.

Dalam sambutannya Staf Khusus Kementerian Kebudayaan RI, Teguh Yuwono, mengapresiasi Pemkab Tulungagung di ajang Festival budaya spiritual tahun 2025 ini, bahwa budaya merupakan aset bangsa yang berharga, sehingga harus dikelola secara strategis melalui kemajuan Kebudayaan.

“Salah satu budaya tersebut adalah budaya spiritual, yaitu budaya yang berakar dari kearifan lokal kemudian merambah ke semua sektor warisan budaya, baik seni pertunjukkan, kemahiran tradisional, adat istiadat, upacara, dan lain sebagainya,” tuturnya.

Baca Juga  DPRD Tulungagung dan Bupati Sepakati Perubahan APBD 2025 dan KUA-PPAS 2026

Menurutnya, budaya spiritual melahirkan budaya bersifat sakral hingga profan dan syarat makna nilai.

“Saya mengapresiasi kolaborasi, sinergi yang dilakukan pemkab Tulungagung dengan kementerian Kebudayaan dalam festival budaya spiritual yang ketiga ini yang dilaksanakan di kabupaten Tulungagung mulai tanggal 10 hingga 13 Juli 2025,” ucapnya.

Usai membuka teguh yuwono stafsus Kementerian Kebudayaan RI menunjukkan keris milik Presiden Prabowo Subianto, yang di ikutkan dalam meriahkan pameran keris di Tulungagung.

Sementara itu Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, yang di damping Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyampaikan bahwa Festival ini bukan sekadar perayaan, tetapi merupakan bentuk penghormatan atas akar budaya dan spiritualitas yang telah mengakar kuat dalam tanah Tulungagung.

“Di tanah yang kita cintai ini, tradisi bukan sekadar warisan, tetapi nafas kehidupan yang menyatu dengan gerak langkah masyarakatnya,” sambungnya.

Lanjut Bupati Gatut Sunu mengatakan, Kita menyaksikan kembali prosesi jamasan pusaka, seni pertunjukan jaranan, wayang, hingga pasar tradisional yang membangkitkan denyut ekonomi rakyat.

“Lebih dari itu, kita juga membuka ruang refleksi melalui seminar spiritual, sebagai wujud dari laku batin dan kebijaksanaan lokal,” ujarnya.

Baca Juga  TAHUN 2026 BUPATI TULUNGAGUNG GATUT SUNU WIBOWO MEMPRIORITASKAN DELAPAN PROGRAM UNTUK MASYARAKAT

Bupati memaparkan, Tema besar festival ini, Yatra Tuk Jiwa, mengajak kita semua untuk meniti kembali jalan ke dalam, menyelami makna hidup, dan menguatkan hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Di tengah arus zaman yang cepat, nilai-nilai spiritual menjadi jangkar agar kita tidak kehilangan arah.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Tulungagung untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku dan penjaga tradisi, Karena budaya yang hidup adalah budaya yang terus kita rawat bersama, diwariskan dengan cinta, dan dijalani dengan kesadaran,” pintanya.

Diakhir sambutan Bupati Gatut Sunu mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan Festival Budaya Spiritual 2025 ini.

“Semoga kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, penguatan jati diri, dan pemantik semangat bagi generasi muda untuk mencintai budaya leluhur, serta kegiatan ini dapat menjadi wahana pelestarian dan pengembangan nilai-nilai budaya ini,” tandas Bupati. (*tim).