Beranda Peristiwa

7 Titik JLS Tulungagung Rawan Longsor

85
Kawasan JLS yang rawan longsor

koranpilar.com, Tulungagung. Tujuh titik di Jalur Lintas Selatan (JLS) Kabupaten Tulungagung rawan terjadi longsor. Hal itu diungkapkan oleh Dwi Hari Prasetyo, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung.

Menurut Dwi Hari, pihaknya telah menerima surat dari Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) mengenai kawasan JLS yang rawan longsor.

“Ada beberapa tempat yang rawan bencana,” ujar Dwi Hari.

Ketujuh titik tersebut merupakan tempat pembuangan tanah bekas pembangunan JLS. Hal ini dikhawatirkan terjadi karena tanah di lokasi tersebut masih labil dan belum cukup padat.

Tempat pembuangan tanah itu terletak di tepi JLS dan dimanfaatkan masyarakat untuk mendirikan warung dan tempat usaha. Lokasi tersebut memang menawarkan pemandangan yang bagus apabila dilihat dari tepi JLS.

“Di atasnya sekarang sudah berdiri bangunan semi permanen dan permanen,” katanya.

Sayangnya, Dinas PUPR Tulungagung tidak dapat menindak langsung, karena kewenangan penertiban JLS berada pada BBJN dan Perhutani.

Guna mencegah bertambahnya bangunan liar di tempat pembuangan tanah, PUPR akan segera melakukan sosialisasi bersama Perhutani, BBJN, DPRD, paguyuban pedagang JLS, dan kecamatan.

Baca Juga  WAKAPOLSEK DIKEROYOK OKNUM PERGURUAN GARA GARA MELERAI KONVOI SAAT TERJADI GESEKAN DENGAN WARGA, YANG LAIN BURON

Selain itu, apabila terjadi bencana, nantinya tidak terjadi saling lempar tanggung jawab. Dwi Hari menegaskan Pemerintah Kabupaten Tulungagung tidak punya kewenangan menertibkan bangunan liar di kawasan tersebut.

“Ini akan segera kami kumpulkan,” katanya.

Terlebih saat ini cuaca di Tulungagung tengah terjadi anomali. Hujan turun secara sporadis setelah cuaca kering, sehingga tanah menjadi lebih mudah longsor.

Sebenarnya, PUPR juga tengah menyiapkan lokasi relokasi bagi pedagang yang menggunakan tanah bekas pembuangan JLS. Saat ini tengah diproses kerja sama dengan Perhutani.

JLS di Kabupaten Tulungagung melintas di 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Besuki, Tanggunggunung, Pucanglaban, dan Kalidawir.

Selain rawan longsor, di JLS juga ditemukan retakan melintang. Saat ini retakan tersebut tengah diteliti untuk mendeteksi potensi bahaya yang dapat terjadi.