Beranda Pemerintahan

Dinkes Tulungagung Prediksi Peningkatan Angka Kematian Akibat Demam Berdarah di 2025

126
Fogging di salah satu SD Negeri di Kecamatan Kedungwaru.

koranpilar.com, Tulungagung. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung memperkirakan angka kematian akibat demam berdarah (DB) di tahun 2025 akan meningkat. Hingga pertengahan Februari, telah tercatat empat kasus kematian akibat DB di Kabupaten Tulungagung.

Kabid Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani, mengungkapkan bahwa empat korban yang meninggal dunia akibat DB terdiri dari satu balita dan tiga anak-anak.

“Kasus kematian tersebar di tiga kecamatan, yaitu dua kasus di Kecamatan Pakel, satu kasus di Kecamatan Sumbergempol, dan satu kasus di Kecamatan Kedungwaru,” jelas Desi.

Desi menjelaskan bahwa angka kematian akibat DB mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2023, tercatat tiga kasus kematian akibat DB. Angka ini meningkat tajam pada 2024 dengan 17 kasus kematian. Sementara itu, di awal tahun 2025, sudah terjadi empat kasus kematian.

“Dalam satu bulan rata-rata terdapat dua kasus kematian, dan kita masih memiliki sepuluh bulan ke depan,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa dalam dua bulan terakhir terdapat 198 kasus DB, dengan rincian 154 kasus pada Januari dan 44 kasus hingga minggu ketiga Februari.

Baca Juga  Razia Tempat Kos dan Hotel, Satpol PP Amankan Pasangan Bukan Suami Istri

Untuk menekan penyebaran DB, Dinkes mengimbau masyarakat agar melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara mandiri dengan metode 3M Plus (menutup, menguras, mengubur), ditambah dengan pemberian larvasida.

Pemerintah Kabupaten Tulungagung telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk aktif melakukan PSN. Desi menekankan pentingnya keterlibatan tokoh masyarakat, seperti kepala desa, dalam mengajak warga melakukan PSN secara rutin.

“PSN serentak yang dilakukan warga terbukti mampu menekan penularan DB hingga 75 persen,” tambahnya.

Fogging atau pengasapan dilakukan sebagai langkah terakhir dalam upaya memutus penyebaran DB.

“Fogging dilakukan jika ditemukan setidaknya dua kasus DB dalam radius 200 meter dan setelah penyelidikan epidemiologi membuktikan adanya penularan,” jelasnya.

Desi juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan utama.

“Nyamuk Aedes aegypti, yang menularkan DB, aktif pada pagi dan sore hari serta berkembang biak di genangan air bersih, terutama saat musim hujan yang diselingi panas,” paparnya.

Dari data yang dimiliki Dinkes, kemungkinan besar beberapa anak yang terinfeksi tertular DB di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, pihaknya akan bersurat kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung untuk mengimbau sekolah-sekolah melakukan PSN secara rutin.

Baca Juga  Bupati Tulungagung Serahkan Langsung Bantuan 17 Ton Beras untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

“Dengan PSN di sekolah, risiko penularan DB pada anak-anak dapat ditekan,” pungkasnya.