Beranda Peristiwa

Harga Cabai Naik Drastis, Dinas Pertanian: Ini Siklus Tahunan

208
Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suyanto.

koranpilar.com, Tulungagung. Awal tahun 2025 dibuka dengan kenaikan harga cabai yang mencapai 300 persen. Situasi ini menjadi tantangan besar bagi banyak keluarga, khususnya ibu rumah tangga yang mengandalkan cabai sebagai bumbu utama masakan.

Astuti, warga Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, mengungkapkan keresahannya. Sebagai ibu dari dua anak yang gemar masakan pedas, ia tidak memiliki pilihan selain merogoh kocek lebih dalam untuk membeli cabai.

“Biasanya sekilo cabai rawit sekitar 30 ribuan, sekarang sudah tembus 100 ribu Rupiah per kilo,” ujarnya dengan nada kecewa.

Kenaikan ini tak lepas dari pengaruh musim hujan yang memaksa petani mengalihkan lahan mereka ke komoditas lain. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Suyanto, menjelaskan bahwa musim hujan kerap menyebabkan penurunan luas lahan tanam cabai.

“Pada musim hujan, petani sering mengganti tanaman cabai dengan tanaman lain, sehingga stok cabai menipis, sementara permintaan tetap tinggi,” katanya.

Menurut data Dinas Pertanian, Kabupaten Tulungagung memiliki total 133 hektar lahan cabai dengan rincian: 79 hektar cabai rawit, 34 hektar cabai keriting, dan 20 hektar cabai besar. Pada Desember 2024, produksi cabai mencapai 28.941,9 kwintal, menjadikan Tulungagung salah satu produsen utama cabai di Jawa Timur.

Baca Juga  Bayi Kembar Siam Asal Tulungagung Berhasil Dipisahkan, Sayangnya Salah Satu Bayi Meninggal Dunia

Untuk mengantisipasi lonjakan harga yang terjadi setiap tahun, Dinas Pertanian telah mendorong masyarakat untuk mulai menanam cabai di pekarangan rumah.

“Dengan beberapa pot cabai di rumah, masyarakat bisa lebih siap menghadapi kenaikan harga,” tutup Suyanto.