koranpilar.com, Tulungagung – Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-57, SMAK Tulungagung menggelar aksi peduli lingkungan dengan tema “Gerakan Bersih Masalah dan Cabut Paku”. Tradisi yang telah berjalan selama lima tahun ini melibatkan seluruh warga sekolah, termasuk 355 siswa, sebagai bukti nyata komitmen sekolah dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Jika pohon dipaku, jaringan kulitnya akan rusak, rentan terhadap hama, dan berisiko tumbang. Kami berupaya konsisten menjaga lingkungan, meskipun pernah berdebat dengan salah satu tokoh politik karena melepas banner yang dipasang di pohon,” ujar Hariadi, Ketua Panitia Kegiatan sekaligus Wakil Kepala Sekolah SMAK Tulungagung.
Aksi ini didukung oleh NGO dan Pemerintah Kabupaten Tulungagung sebagai bagian dari inisiatif kota hijau bebas sampah. Menurut Hariadi, lokasi kegiatan meliputi beberapa area strategis, seperti Alun-Alun, RTH Reog Kendang, sekitar SMAK, Lapangan SMAK, Pasar Wage, dan Pasar Ngemplak.
Selain cabut paku, SMAK Tulungagung juga menyelenggarakan bakti sosial dan kerja bakti serentak. “Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa memiliki pondasi yang kuat untuk mencintai dan peduli terhadap lingkungan hidup,” ungkap Winarto, Wakil Ketua Alumni SMAK Tulungagung.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa SMAK Tulungagung tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga berkomitmen membentuk generasi yang peduli terhadap kelestarian lingkungan untuk masa depan yang lebih baik.









