Mojokerto – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto secara resmi menutup rangkaian kegiatan fasilitasi Sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bagi 30 pelaku industri kecil, menegaskan komitmen daerah dalam Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).
Kegiatan yang dipusatkan di Ruang Pertemuan Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto pada Senin (24/11) ini, ditutup langsung oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa.
Bupati yang akrab disapa Gus Barra tersebut menyampaikan bahwa fasilitasi TKDN ini merupakan langkah strategis daerah untuk membantu industri kecil (IK) agar mampu meningkatkan daya saing secara signifikan dan memperluas jangkauan pasar mereka.
Program ini merupakan hasil sinergi antara Disperindag Pemkab Mojokerto dan lembaga verifikator resmi, PT Sucofindo (Persero).
Gus Barra secara tegas menyatakan bahwa sertifikat TKDN memiliki nilai lebih dari sekadar pengakuan administratif. Sertifikat ini, menurutnya, adalah kunci pembuka peluang bagi para pelaku usaha lokal untuk masuk dalam rantai pasok industri yang lebih besar, khususnya dalam pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah.
“Sertifikat ini bukan hanya simbol pengakuan, tetapi menjadi kunci untuk membuka akses pasar yang lebih luas. Dengan sertifikat TKDN, pelaku industri kecil memiliki peluang lebih besar untuk berpartisipasi dalam rantai pasok industri maupun pengadaan pemerintah,” tegas Bupati.
Bupati juga menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan PT Sucofindo yang telah memberikan pendampingan komprehensif. Berkat pendampingan tersebut, 30 pelaku IK berhasil menyelesaikan proses verifikasi dan sertifikasi dengan lancar.
Gus Barra berharap bahwa sertifikat yang telah diterima akan menjadi momentum besar bagi para pelaku IK. Ia mendesak mereka untuk terus menjaga standar produksi, meningkatkan mutu, kapasitas, dan memperkuat identitas produk lokal Kabupaten Mojokerto, demi kemandirian ekonomi daerah.
“Semoga sertifikat yang diterima benar-benar memberi nilai tambah bagi usaha yang dikelola,” tutup Bupati sebelum menutup kegiatan tersebut.









