Mojokerto – Minggu pagi (10/8/2025), menjadi momen istimewa bagi warga Desa Dinoyo, Kecamatan Jatirejo. Untuk pertama kalinya, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barraa yang akrab disapa Gus Bupati ikut berbaur langsung dengan ribuan warga dalam perayaan Agustusan.
Lapangan desa yang biasanya lengang berubah menjadi lautan manusia penuh semangat, mengikuti senam bersama yang dipimpin langsung oleh Gus Bupati dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025.
Acara meriah ini tidak hanya diisi dengan senam, tetapi juga dirangkai dengan Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih.

Secara simbolis, Gus Bupati menyerahkan 1.000 bendera kepada masyarakat, sebagai wujud kebanggaan dan cinta tanah air.
Sejumlah kegiatan pendukung seperti pameran UMKM, cek kesehatan gratis, pengobatan umum, pemeriksaan mata, operasi katarak gratis, hingga santunan anak yatim semakin menambah semarak suasana.
Bahkan tersedia pula sembako murah dari Baznas Mojokerto dan bantuan BPJS Ketenagakerjaan bagi tenaga rentan dan marbot masjid.
Menariknya, di tengah suasana Agustusan ini, Gus Bupati juga menyelipkan pesan penting terkait ketertiban bersama.
Ia menyinggung Surat Edaran Nomor: 188.45/905/416-012/2025 tentang Suara Kebisingan dari Sound System, yang baru saja diterbitkannya pada 4 Agustus 2025.
SE ini menjadi penegasan pemerintah daerah dalam menjaga ketenteraman, keamanan, dan kenyamanan masyarakat, khususnya di tengah banyaknya kegiatan perayaan kemerdekaan yang kerap menggunakan “sound horeg” berdaya besar.
“Ini bukan pelarangan, tapi pengaturan,” tegas Gus Bupati.
Ia menjelaskan bahwa hiburan rakyat tetap boleh dilaksanakan, asalkan sesuai aturan—misalnya perizinan harus diajukan minimal 14 hari sebelum acara, volume dibatasi maksimal 55–60 dB sesuai lokasi, serta penggunaan pengeras suara dihentikan sementara saat adzan.
Sound system berkapasitas besar pun hanya boleh dipakai di lapangan terbuka.
Dengan semangat kebersamaan, Gus Bupati berharap perayaan kemerdekaan di Mojokerto bisa tetap meriah namun tertib, sehingga tidak menimbulkan keluhan warga.
“Mari kita jaga semangat HUT RI, bersatu untuk Mojokerto yang lebih baik, lebih maju, dan rakyatnya sejahtera,” pungkasnya.









