Liputan : Tim
Editor : Redaksi
Koranpilar.com. Tulungagung. Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar Upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kabupaten Tulungagung, Senin (12/10/2026).
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin membacakan sambutan tertulis Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang memuat sejumlah capaian pembangunan provinsi, dan pertumbuhan ekonomi.
HUT ke 81 Tahun ini mengusung tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”, peringatan ini menjadi momentum untuk memaparkan perkembangan pembangunan Jawa Timur yang telah tercapai, mulai dari pertumbuhan ekonomi, investasi, penurunan kemiskinan, hingga peningkatan pelayanan publik.
Sambutan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yang dibacakan Plt Bupati Ahmad Baharudin menyampaikan, bahwa perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,84 persen pada semester I 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,45 persen. Kontribusi Jawa Timur terhadap perekonomian nasional mencapai 14,34 persen.
Di sektor Investasi, realisasi penanaman modal mencapai Rp72,7 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 135.651 orang. Sementara itu, nilai ekspor Jawa Timur hingga Agustus 2026 tercatat sebesar 18,61 miliar dolar AS.
Di sektor kesejahteraan, tingkat kemiskinan Jawa Timur per Maret 2026 turun menjadi 9,06 persen, dibandingkan 9,50 persen pada tahun sebelumnya. Tingkat pengangguran terbuka pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,42 persen, sedangkan kemiskinan ekstrem berada pada angka 0,29 persen.
Bidang infrastruktur, kemantapan jalan provinsi mencapai 87,83 persen. Jalur Lintas Pantai Selatan di Kabupaten Tulungagung juga telah tersambung sepanjang 51,56 Km, untuk memperluas konektivitas dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir selatan.
Sektor pertanian, Jawa Timur menghasilkan lebih dari 10,4 juta ton gabah kering giling pada 2025, menopang 17,34 persen kebutuhan beras nasional. Nilai Tukar Petani tercatat sebesar 113,28, sedangkan Nilai Tukar Nelayan mencapai 105,32.
Bidang pendidikan, Indeks Pembangunan Manusia Jawa Timur mencapai 76,13. Hingga September 2026, sebanyak 29 Sekolah Rakyat telah menjadi tempat belajar bagi 7.263 anak. Pemerintah provinsi juga mendukung pendidikan melalui program beasiswa dan Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP).
Sedangkan di sektor Kesehatan, cakupan Perlindungan Jaminan Kesehatan mencapai 96,12 persen. Angka harapan hidup tercatat sebesar 75,36 tahun, sedangkan Prevalensi Stunting berada pada angka 14,7 persen.
Gubernur juga turut menyoroti reformasi Birokrasi dan Digitalisasi Pelayanan Publik melalui Ekosistem Majapahit Digital (MAJADIGI), yang mengintegrasikan 241 layanan publik. Di bidang lingkungan, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup mencapai 73,43, disertai rehabilitasi hampir 680 hektare hutan dan lahan kritis.
Dalam sambutan ini, Khofifah mengajak pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Timur untuk memperkuat koordinasi, menggunakan data yang dapat dipertanggungjawabkan, serta memastikan anggaran menghasilkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dengan dunia usaha, perguruan tinggi, pesantren, komunitas, dan generasi muda juga menjadi bagian penting dalam melanjutkan pembangunan.
Khofifah juga mengingatkan dalam falsafah Jawa “Jer Basuki Mawa Bea”, yang bermakna bahwa keberhasilan membutuhkan kesungguhan, kerja keras, dan pengorbanan. Pesan tersebut sejalan dengan tema Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”. **














