Beranda Daerah

PKM UII DALWA di Probolinggo Dorong UMKM Manfaatkan Digitalisasi

99

Probolinggo – Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah (UII DALWA) Bangil terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Dorongan ini diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sukapura, Probolinggo, dengan tema “Peran UMKM dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Era Digital”.

Kaprodi Ekonomi Syariah UII DALWA, Muhammad Robi’in, SE., MM., menegaskan bahwa UMKM lokal memiliki peran vital dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, jika UMKM mampu bertransformasi ke ranah digital, maka produk yang sebelumnya hanya dipasarkan secara konvensional bisa menembus pasar nasional.

“Sekarang sudah saatnya UMKM Sukapura memanfaatkan platform digital seperti Tokopedia dan Shopee. Dengan begitu, produk lokal bisa dikenal lebih luas, tidak hanya di pasar tradisional, tetapi juga hingga ke berbagai daerah di Indonesia,” ujar Robi’in.

Ia juga mendorong UMKM untuk berani melakukan inovasi produk sesuai kebutuhan pasar. Robi’in mencontohkan, olahan buah yang biasa dijual secara sederhana bisa dikembangkan menjadi manisan atau keripik unik sehingga lebih diminati konsumen modern.

Baca Juga  Pj Bupati Tulungagung Sidak Pasar Hewan Ngunut, Persiapan Hewan Kurban Memadai

Selain memperluas pasar, digitalisasi juga diyakini akan membuka lapangan kerja baru. Pertumbuhan usaha membuat pelaku UMKM membutuhkan tambahan tenaga kerja di bidang produksi, pengemasan, hingga promosi digital.

“Dari sini, kesejahteraan masyarakat akan meningkat karena pendapatan individu dan keluarga ikut bertambah,” jelasnya.

Robi’in menambahkan bahwa media sosial memiliki peran penting dalam mendorong UMKM agar lebih dikenal. Instagram, TikTok, dan iklan digital, menurutnya, bisa menjadi sarana efektif untuk meningkatkan citra produk sekaligus memperkuat daya saing.

Lebih jauh, ia menilai keberadaan UMKM yang tangguh akan menjadi penguat ekonomi lokal. Perekonomian Sukapura tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata, tetapi juga dari sektor UMKM yang berkembang pesat dan mandiri.

“UMKM bukan sekadar menjual barang secara online, tetapi juga agen perubahan. Mereka memberdayakan masyarakat, membuka peluang ekonomi baru, sekaligus menjaga kearifan lokal melalui produk khas yang dipasarkan lebih luas,” pungkasnya.