Kediri – Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri menjadi saksi momen akademik yang sakral dan inspiratif dengan digelarnya Sidang Senat Terbuka dalam rangka Pengukuhan Guru Besar pada Senin, 15 Desember 2025.
Salah satu tokoh yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Hj. Robingatun, M.Pd.I., sebagai Guru Besar Bidang Keilmuan Tasawuf.
Pengukuhan yang berlangsung di Auditorium Perpustakaan Lantai IV UIN Syekh Wasil Kediri ini menyuguhkan orasi ilmiah yang sangat relevan dengan tantangan zaman modern.
Dalam pidato ilmiahnya, Prof. Dr. Robingatun mengangkat tema tentang “Turast Tasawuf dan Problem Manusia Modern di Era Society 5.0”.
Orasi tersebut tidak hanya menyoroti warisan kekayaan intelektual tasawuf, tetapi juga bagaimana ajaran spiritualitas Islam ini mampu menjawab kegelisahan dan krisis eksistensial yang dihadapi manusia di tengah laju teknologi dan informasi Society 5.0.
“Kita sekarang berada di era, yang mana setiap hari entah mencari atau tidak mencari, tiba-tiba disuguhi dengan konten yang sebenarnya tidak dicari, tiba-tiba muncul konten yang menyudutkan salah satu pihak, dan lainnya. Dan ini menjadi bagian atau tantangan letak tasawuf menguatkan orang dalam beragama,” katanya ditengah orasi.
Puncak dari pidato ilmiah tersebut adalah pembahasan mendalam mengenai disertasinya. Prof. Robingatun secara khusus membedah secara spesifik, pandangan Al-Hallaj tentang Iblis.
“Di dunia ini, tentunya ada salah benar, baik buruk, hitam putih, surga dan neraka, semua sisi yang berlawan. Bahkan ada surga dan neraka, begitupun iblis dalam pandangan Al-Hallaj pada dasarnya juga memiliki model kecintaannya sendiri kepada Tuhan,” terangnya.
Pendekatan ini membuka perspektif baru dalam studi tasawuf. Dengan menelusuri bagaimana tokoh sufi klasik seperti Al-Hallaj melihat figur Iblis sebagai penolakan yang didasari cinta, kesetiaan absolut, atau bahkan manifestasi kesucian tersembunyi, Prof. Robingatun mengajak audiens untuk merenungkan kembali konsep ketaatan, cinta, dan kemanusiaan dalam konteks yang serba digital dan kompleks.
Kehadiran Prof. Dr. Robingatun sebagai Guru Besar Bidang Keilmuan Tasawuf diyakini akan semakin memperkuat posisi UIN Syekh Wasil Kediri sebagai pusat studi Islam dan spiritualitas yang mendalam.
Susunan acara Sidang Senat Terbuka tersebut, yang mencakup Pembukaan, Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an, Pembacaan Surat Keputusan Guru Besar, hingga Sambutan Rektor dan Pengukuhan Guru Besar, berjalan khidmat dan penuh makna, menandai tonggak sejarah baru bagi pengembangan keilmuan di kampus tersebut.
Prof. Dr. Robingatun kini diharapkan dapat terus melahirkan riset dan pemikiran yang mencerahkan, menghubungkan kearifan tradisi tasawuf dengan tantangan peradaban modern, khususnya di era Society 5.0.
Penulis Latif
editor Redaksi









