Beranda Mojokerto

Jaga Daya Beli Masyarakat dan Inflasi, Pasar Murah Pemprov Jawa Timur dan Pemkab Mojokerto di Mojoanyar

23

Mojokerto – Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra, secara resmi mengukuhkan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mojokerto untuk masa bakti 2025-2030. Acara pengukuhan berlangsung di ruang rapat lantai 2 Bappeda Kabupaten Mojokerto, pada Rabu (26/11) siang, dengan menetapkan Mundzir Masruri sebagai Ketua FKUB Kabupaten Mojokerto yang baru.

Pengukuhan ini menandai momentum penting dalam memperkuat komitmen kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat untuk terus merawat harmoni di tengah keberagaman.

Bupati Muhammad Albarra menyebut Mojokerto sebagai rumah besar yang dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang agama, budaya, dan keyakinan yang berbeda, memandang keragaman ini sebagai kekayaan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijaga.

Pelantikan ini diharapkan mendorong pengurus FKUB yang berasal dari berbagai latar belakang untuk memberdayakan potensi yang dimiliki guna melahirkan ide-ide kreatif dan inovatif dalam meningkatkan kinerja organisasi, serta mendukung pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan, kesejahteraan, dan kemakmuran masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Mojokerto menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada pengurus FKUB periode 2025-2030. Ia menegaskan bahwa keberadaan FKUB sangat esensial dalam menjaga kondusivitas kehidupan beragama di Mojokerto.

Baca Juga  Dapur MBG Kabupaten Mojokerto Rampung, Pemkab Optimalisasi Program

“Semoga dengan adanya FKUB ini dapat menjaga kondusifitas keagamaan yang beragam di Kabupaten Mojokerto. Kondusifitas adalah fondasi agar pembangunan pendidikan, ekonomi, budaya, sosial, maupun kesehatan dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Bupati Albarra.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa kondusifitas merupakan syarat mutlak bagi keberlangsungan pembangunan. Tanpa jaminan keamanan dan ketertiban, berbagai aspek kehidupan masyarakat akan terganggu. Ia mencerminkan kondisi di Kabupaten Mojokerto yang relatif aman meskipun terdapat isu-isu sensitif, namun ia mengingatkan agar tetap waspada karena isu agama dan ras seringkali mudah disulut dan berpotensi merusak kerukunan.

Bupati Albarra berharap FKUB dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan kondusifitas daerah, memandang organisasi ini bukan hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga instrumen strategis dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Dengan kepengurusan baru di bawah Mundzir Masruri, FKUB Mojokerto diharapkan semakin solid dalam menjalankan peran strategisnya sebagai pilar kerukunan.