Mojokerto – Pemerintah Kabupaten Mojokerto menunjukkan komitmennya dalam memajukan olahraga daerah dengan memberikan penghargaan berupa bonus total senilai Rp4,196 miliar kepada atlet dan pelatih berprestasi. Acara penyerahan penghargaan digelar di Pendopo Graha Maja Tama (GMT) pada Minggu 23 November 2025 pagi.
Penghargaan ini diberikan kepada total 260 atlet dan pelatih yang berhasil meraih medali emas, perak, maupun perunggu dalam empat ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi, yaitu POPDA XIV Jatim 2024, PEPARPEDA II Jatim 2024, FORDA II Jatim 2024, dan PORPROV IX Jatim 2025.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto, merinci penyaluran bonus tersebut:
PORPROV IX Jatim 2025: Rp3,668 miliar (Mayoritas alokasi)
POPDA XIV Jatim 2024: Rp203 juta
PEPARPEDA II Jatim 2024: Rp187 juta
FORDA II Jatim 2024: Rp137 juta
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada atlet dan pelatih yang telah berjuang keras mengharumkan nama Mojokerto. Kami berharap penghargaan ini dapat meningkatkan motivasi dan semangat juang agar prestasi olahraga Mojokerto semakin gemilang di masa mendatang,” ujar Ardi.
Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, menyampaikan rasa bangga yang mendalam, menegaskan bahwa para atlet bukan hanya membawa pulang medali, tetapi juga “nama baik daerah, membawa pulang harapan masyarakat, dan membawa pulang bukti bahwa anak-anak Mojokerto memiliki potensi besar.”
Gus Bupati, sapaan akrabnya, juga secara khusus menyoroti peran keluarga dalam setiap pencapaian atlet. “Tanpa doa dan pengorbanan orang tua, prestasi sebesar ini tidak akan mungkin tercapai. Di balik setiap medali emas, pasti ada doa seorang ibu dan ayah yang tidak pernah putus,” tambahnya.
Bupati memastikan bahwa bonus penghargaan telah ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima. Pemerintah Kabupaten Mojokerto berkomitmen untuk terus meningkatkan prestasi olahraga di berbagai event provinsi maupun nasional, dengan harapan para atlet ini dapat terus membanggakan daerah, Jawa Timur, dan Indonesia di masa depan.









