Beranda Pemerintahan

Festival Jajanan Jadul Tulungagung Jadi Magnet di Tengah Catatan Warga: Rindu Punten Pecel dan Harga Parkir Jadi Sorotan

84

Tulungagung – Semarak peringatan Hari Jadi ke-820 Kabupaten Tulungagung terasa hangat di Alun-Alun melalui gelaran Festival Jajanan Jadul (Bazar Tulungagung Djadoel).

Acara yang berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 November 2025, ini berhasil menarik ribuan pengunjung yang rindu akan nuansa kuliner masa lampau, ditemani hiburan musik dan pertunjukan seni tradisional.

Festival ini bukan hanya sekadar pesta kuliner, melainkan sebuah wadah untuk merayakan sejarah, budaya, dan kebersamaan masyarakat Tulungagung.

Partisipasi aktif dari berbagai pihak, mulai dari pelaku UMKM lokal, instansi pemerintah, hingga perbankan, menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan potensi daerah.

Meskipun secara umum acara berjalan meriah dan padat pengunjung, konsep utama festival yang mengusung tema “Jajanan Tempo Dulu” sempat menuai catatan kritis.

Beberapa warga merasa bahwa dominasi makanan dan minuman kekinian yang dijajakan mengurangi esensi “jadul” yang seharusnya menjadi daya tarik utama.

Salah seorang pengunjung yang ditemui pada Sabtu malam 29 November 2025 mengungkapkan harapannya agar penyelenggara lebih konsisten dengan tema yang diangkat.

Baca Juga  Siswa SMAN 1 Kedungwaru Gelar Doa Bersama untuk Guru yang Jadi Korban Kecelakaan

“Makanan tempo dulunya sangat sedikit sekali. Justru yang banyak adalah jajanan kekinian,” ujarnya.

Ia menambahkan, nuansa jadul akan terasa lebih kuat jika sajian tradisional lokal lebih diutamakan.

“Harusnya namanya tempo dulu, yang di jajakan seperti punten pecel, kerupuk sambal, sompil, serabi gempol maupun jajanan yang seumura dengan jajanan tersebut,” tambahnya.

Selain isu variasi jajanan, keluhan lain muncul terkait aspek teknis di lapangan. Sejumlah warga menyoroti harga makanan yang dinilai cukup tinggi serta biaya parkir yang dianggap memberatkan.

Warga berharap, pengelolaan parkir di area festival, yang merupakan fasilitas publik, seharusnya diatur oleh instansi pemerintah dan bukan dikelola oleh pihak swasta semata.

Catatan kritis dari warga terkait harga, jenis jajanan, dan biaya parkir ini menjadi evaluasi penting bagi Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk pelaksanaan di masa mendatang, demi memastikan acara serupa dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkendala biaya.

Terlepas dari catatan tersebut, suasana Alun-Alun pada akhir pekan tetaplah semarak. Penampilan tim sholawat dari MAN 1 Tulungagung pada Sabtu malam, 29 November, menjadi salah satu daya tarik yang membuat alun-alun dipadati pengunjung, menunjukkan kuatnya antusiasme masyarakat dalam merayakan hari bersejarah Kabupaten mereka.

Baca Juga  Wabub Tulungagung Meriahkan Jalan Sehat Dalam Rangka HUT RI Ke 80 Dan Harkop Ke 78

Festival Jajanan Jadul berhasil menjadi bukti komitmen Tulungagung untuk tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga merayakan kebersamaan dan potensi lokal.

Dengan mendengarkan masukan dari warga, diharapkan festival di tahun-tahun berikutnya dapat semakin sempurna dalam menyajikan nostalgia kuliner otentik yang dirindukan.

Penulis , Latif
Editor, Redaksi