Mojokerto – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mojokerto mendorong penguatan potensi peternakan sapi di Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, melalui Program Desa Berdaya.
Upaya ini ditandai dengan pelaksanaan bimbingan teknis pendampingan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) di balai desa setempat pada Rabu (3/9/2025).
Kepala DPMD Kabupaten Mojokerto yang baru dilantik, Sugeng Nuryadi, menegaskan optimisme pemerintah terhadap kesuksesan Desa Gunungsari dalam melaksanakan program ini.
“Kami yakin Desa Gunungsari mampu mengelola Program Desa Berdaya dengan baik, karena didukung kepemimpinan kepala desa yang visioner dan partisipasi aktif masyarakat. Program ini menjadi stimulan untuk mengangkat potensi lokal, khususnya di sektor peternakan,” ujarnya.
Kepala Desa Gunungsari Susanto, mengungkapkan rasa syukur atas terealisasinya program tersebut setelah tiga kali pengajuan.
“Alhamdulillah, tahun 2025 ini Desa Gunungsari akhirnya mendapatkan kesempatan. Fokus kami adalah mengembangkan bengkel ternak sapi di Dusun Manyarsari, khususnya penggemukan sapi yang sudah menjadi kekuatan desa kami,” jelasnya.
Bengkel ternak di desa ini sejatinya sudah berjalan sejak 2011 melalui dana hibah. Awalnya pengelolaan dilakukan secara individu oleh warga di rumah masing-masing. Kini, usaha tersebut berkembang menjadi lebih dari 50 ekor sapi yang sebagian besar terpusat di bengkel ternak.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah, diharapkan Desa Gunungsari dapat menjadi contoh sukses pengembangan desa berbasis ekonomi kerakyatan.

“Kami ingin Desa Gunungsari menjadi role model, sehingga desa lain bisa belajar dan bersinergi. Kalau dikelola serius, potensi ternak sapi di sini bisa menopang ekonomi desa sekaligus menciptakan lapangan kerja baru,” tambah Sugeng Nuryadi.
Dalam kegiatan tersebut, Tenaga Ahli Kemendesa PDTT Kabupaten Mojokerto, Belladona Saraswati, yang hadir sebagai narasumber, menekankan pentingnya inovasi lanjutan.
“Bengkel ternak ini bisa jadi satu-satunya di Mojokerto. Ke depan jangan hanya sebatas penggemukan sapi, tapi bisa dikembangkan menjadi pusat edukasi dan penyedia pakan alternatif. Apalagi, anak-anak muda di sini bisa memanfaatkan digitalisasi untuk memperkuat branding desa,” paparnya.
Program Desa Berdaya sendiri merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menstimulasi keberdayaan desa melalui pengembangan produk unggulan dan ekonomi berbasis potensi lokal.
Setiap desa penerima akan mendapatkan dana hibah sebesar Rp100 juta, dengan mekanisme perencanaan hingga pertanggungjawaban yang transparan.









