Beranda Mojokerto

Cuaca ekstrem, Pemkab Mojokerto Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi

34

Mojokerto – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi pada Selasa (4/11/2025) pagi di halaman Kantor Bupati Mojokerto.

Kegiatan ini menjadi langkah antisipatif pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana alam akibat perubahan cuaca ekstrem di wilayah Bumi Majapahit.

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Mojokerto, Moch. Rizal Octavian, dan dihadiri oleh unsur Forkopimda, OPD terkait, relawan kebencanaan, serta perwakilan masyarakat.

Dalam arahannya, Wabup Rizal menegaskan pentingnya sinergi seluruh elemen, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, dalam memperkuat koordinasi dan komunikasi terkait upaya mitigasi bencana.

“Saya mengajak seluruh elemen yang berperan dalam penanggulangan bencana agar memperkuat koordinasi, memberikan edukasi kepada masyarakat, dan memastikan keselamatan jiwa menjadi prioritas utama,” tegas Wabup Rizal dalam sambutannya.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menerima informasi terkait kebencanaan yang beredar di media sosial. Wabup meminta agar masyarakat hanya mempercayai informasi resmi dari kanal pemerintah guna menghindari penyebaran berita bohong (hoaks) yang dapat menimbulkan kepanikan.

Baca Juga  Pemkab Mojokerto Salurkan BLTS Rp47 Milyar

“Saya mengingatkan warga untuk mengikuti informasi cuaca dan kebencanaan melalui media resmi pemerintah serta menghindari berita palsu yang justru menimbulkan keresahan,” ujarnya.

Kabupaten Mojokerto diketahui termasuk wilayah rawan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan angin kencang. Kondisi ini disebabkan oleh letak geografis Mojokerto yang memiliki tiga sungai besar Brantas, Lamong, dan Sadar dengan 61 anak sungai, serta dikelilingi gugusan Pegunungan Anjasmoro, Welirang, Arjuno, dan Penanggungan.

Menutup apel, Wabup Rizal mengajak seluruh masyarakat Mojokerto untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kelestarian alam, seraya mengutip slogan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Penanggulangan bencana adalah urusan bersama. Kita jaga alam, alam jaga kita,” pungkasnya.

Apel kesiapsiagaan ini juga menjadi simbol kesiapan Pemkab Mojokerto dalam menghadapi musim hujan serta bentuk komitmen pemerintah daerah memperkuat mitigasi dan respons cepat terhadap potensi bencana di wilayahnya.