Selasa, September 29, 2026
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
No Result
View All Result
Home Daerah Surabaya

81 Tahun Merdeka, Mengapa Daerah Masih Kesulitan Membayar PPPK?. Jangan Hanya Menghemat APBD, Saatnya Kepala Daerah Mengubah Kekayaan Menjadi Kekuatan Fiskal (Episode Tiga)

by Redaksi
Sabtu, 15 Agustus 2026, 12:42 WIB
A A
81 Tahun Merdeka, Mengapa Daerah Masih Kesulitan Membayar PPPK?  Jangan Hanya Menghemat APBD, Saatnya Kepala Daerah Mengubah Kekayaan Menjadi Kekuatan Fiskal (Episode Pertama).

Ir. Bagus Budi Hermanto, MM.

Oleh: Ir. Bagus Budi Hermanto, MM.

Menjadi: Revenue Intelligence Institution.

Ketujuh: Ubah Aset Idle Menjadi Productive Asset

Daerah mempunyai aset yang tidak sedikit, Tanah, Gedung, Pasar, Gudang, Terminal, Kawasan perdagangan, Fasilitas lainnya.

Pertanyaan CEO daerah: “Berapa aset yang menghasilkan nilai?” Bukan berarti semua aset harus dijual.

Justru: aset publik harus dioptimalkan manfaatnya. Melalui mekanisme pemanfaatan yang sesuai ketentuan, aset yang idle dapat menjadi: productive asset → economic activity → revenue.

Kedelapan: BUMD Jangan Menjadi Beban APBD

BUMD harus menjadi salah satu economic engine, Bukan sekadar: “perusahaan milik pemerintah.”

Tetapi: profit center sekaligus development center.

Ukuran kinerjanya harus jelas: revenue; profit; ROE; dividen; employment; local supply chain; economic multiplier.

Jika BUMD terus membutuhkan suntikan APBD tanpa menghasilkan nilai ekonomi yang sebanding, maka perlu dilakukan evaluasi mendasar terhadap model bisnis, tata kelola dan portofolionya.

Kesembilan: Infrastruktur Harus Menghasilkan Economic Multiplier.

Jalan bukan sekadar beton. Pelabuhan bukan sekadar dermaga. Pasar bukan sekadar bangunan. Irigasi bukan sekadar saluran air.

Pertanyaannya:

Apa yang terjadi pada ekonomi setelah infrastruktur dibangun?.

Jika jalan membuat biaya logistik turun, maka investasi dapat meningkat.

Jika irigasi meningkatkan produktivitas pertanian, pendapatan masyarakat dapat meningkat.

Baca Juga :  Eri Cahyadi 'Ngedabrus'? Jangan Biarkan Nama Partai Tercoreng!

Jika pelabuhan mempercepat arus barang, industri dan perdagangan dapat berkembang.

Karena itu:

APBD seharusnya dipandang sebagai modal untuk menciptakan public value dan economic multiplier, bukan sekadar anggaran yang harus dihabiskan.

PPPK Tidak Boleh Dipertentangkan dengan Pembangunan

Di titik ini kita harus berhati-hati.

Jangan membuat dikotomi:

PPPK versus pembangunan.

Itu keliru.

Yang harus dibangun adalah kemampuan fiskal yang memungkinkan:

PPPK + pelayanan publik + pembangunan. Berjalan secara bersamaan, Karena itu solusi PPPK tidak boleh hanya: memotong belanja.

Tetapi:

memperkuat pendapatan + meningkatkan produktivitas + memperluas basis ekonomi.

Dengan kata lain:

PPPK adalah kewajiban fiskal yang harus diantisipasi; economic growth adalah salah satu jalan untuk memperkuat kemampuan memenuhi kewajiban tersebut.

Efisiensi Adalah Rem, Pertumbuhan Adalah Mesin

Ini mungkin menjadi salah satu kalimat kunci artikel.

Efisiensi adalah rem agar APBD tidak boros. Pertumbuhan ekonomi adalah mesin agar kemampuan fiskal daerah bertambah.

Kita membutuhkan keduanya.

Tanpa efisiensi:

uang bocor.

Tanpa pertumbuhan:

uang tidak bertambah.

Maka:

Fiscal Sustainability = Revenue Growth + Expenditure Efficiency + Economic Growth.

Inilah pendekatan yang lebih seimbang.

Dari Fiscal Capacity Menuju Fiscal Space

Kapasitas fiskal yang kuat pada akhirnya memberikan fiscal space.

Fiscal space adalah ruang yang memungkinkan pemerintah menjalankan prioritas setelah memperhitungkan kewajiban dan kebutuhan fiskal.

Baca Juga :  Asep Heri Mohon Pamit Kepada Masyarakat Jawa Timur

Semakin besar fiscal space:

→ semakin besar kemampuan berinvestasi;

→ semakin kuat pelayanan publik;

→ semakin besar peluang pembangunan;

→ semakin besar kemampuan menghadapi guncangan ekonomi.

PMK No. 97 Tahun 2025 tentang Peta Kapasitas Fiskal Daerah menegaskan pentingnya pemetaan kapasitas fiskal sebagai bagian dari kebijakan fiskal pemerintah. Artinya, kapasitas fiskal daerah bukan sekadar istilah akademik, tetapi bagian dari arsitektur pengelolaan fiskal nasional.

Kemerdekaan yang Harus Diisi dengan Kemandirian Ekonomi

Di sinilah persoalan PPPK bertemu dengan makna HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Pemerintah menetapkan tema HUT ke-81 tahun 2026:

“Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” (Setneg⁠)

Tema tersebut dapat diterjemahkan secara konkret.

Berdaulat

Ketika daerah mampu mengembangkan kekuatan ekonominya.

Adil

Ketika nilai tambah tidak hanya dinikmati segelintir pihak, tetapi juga masyarakat lokal.

Makmur

Ketika pertumbuhan ekonomi menghasilkan pekerjaan, pendapatan dan pelayanan publik yang lebih baik.

Dengan demikian, mengisi kemerdekaan pada era desentralisasi bukan hanya membangun gedung pemerintahan.

Tetapi:

Membangun kapasitas masyarakat dan daerah untuk menciptakan masa depan dengan kekuatannya sendiri.

81 Tahun Merdeka: Saatnya Bertanya kepada Daerah

Pada usia 81 tahun, mungkin pertanyaannya bukan lagi:

“Apa yang diberikan negara kepada daerah?”

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Lantik Enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemprov Jatim: Optimalkan Digitalisasi untuk Pelayanan Publik Yang Makin Akuntabel, Efektif, Transparan dan Profesional

Tetapi juga:

“Apa yang mampu diciptakan daerah untuk rakyatnya?”

Bukan:

“Berapa besar transfer yang kita terima?”

Tetapi:

“Berapa besar economic value yang mampu kita ciptakan?”

Bukan:

“Bagaimana membayar PPPK dengan anggaran yang ada?”

Tetapi:

“Bagaimana memperbesar kapasitas fiskal agar PPPK, pelayanan publik dan pembangunan dapat berjalan bersama?”

Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan tanda kedewasaan desentralisasi.

Lima Kemerdekaan Ekonomi Daerah

Pada akhirnya, saya membayangkan lima bentuk kemerdekaan ekonomi daerah.

Pertama, merdeka dari potensi yang menganggur.

Kekayaan harus menjadi aktivitas ekonomi.

Kedua, merdeka dari ekonomi bahan mentah.

Komoditas harus memperoleh nilai tambah.

Ketiga, merdeka dari economic leakage.

Semakin banyak nilai ekonomi harus tinggal dan berputar di daerah.

Keempat, merdeka dari fiscal fragility.

Daerah harus mempunyai kapasitas fiskal yang sehat.

Kelima, merdeka dari kemiskinan dan keterbelakangan.

Pertumbuhan ekonomi harus bermuara pada kesejahteraan.

Regional Corporate Management: Sebuah Paradigma Baru

Gagasan ini dapat dirangkum dalam konsep:

Regional Corporate Management (RCM)

RCM bukan berarti pemerintah daerah berubah menjadi perusahaan.

RCM berarti menggunakan disiplin:

strategic management,

economic intelligence,

investment management,

asset management,

revenue management,

dan performance management

untuk menghasilkan:

public value.

Dalam paradigma ini, Bupati/Wali Kota menjadi semacam.

Share1SendTweet1
Previous Post

Iklan ucapan Kepala Kantor ATR/ BPN Jember

Next Post

Iklan ucapan kantor Pertanahan Mojokerto

Related Posts

DARI BIBIT KE ALGORITMA : JALAN PANJANG MENUJU REVOLUSI KOPI INDONESIA (Bagian Ketiga).
Surabaya

DARI BIBIT KE ALGORITMA : JALAN PANJANG MENUJU REVOLUSI KOPI INDONESIA (Bagian Ketiga).

Senin, 21 September 2026, 19:39 WIB
DARI BIBIT KE ALGORITMA : JALAN PANJANG MENUJU REVOLUSI KOPI INDONESIA (Bagian Pertama).
Surabaya

DARI BIBIT KE ALGORITMA : JALAN PANJANG MENUJU REVOLUSI KOPI INDONESIA (Bagian Kedua).

Minggu, 20 September 2026, 16:30 WIB
DARI BIBIT KE ALGORITMA : JALAN PANJANG MENUJU REVOLUSI KOPI INDONESIA (Bagian Pertama).
Surabaya

DARI BIBIT KE ALGORITMA : JALAN PANJANG MENUJU REVOLUSI KOPI INDONESIA (Bagian Pertama).

Sabtu, 19 September 2026, 17:40 WIB
Surabaya

Sabtu, 22 Agustus 2026, 17:11 WIB
Gubernur Khofifah Pimpin Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Grahadi: Gelorakan Semangat Wujudkan Kedaulatan, Keadilan dan Kemakmuran Bangsa
Surabaya

Gubernur Khofifah Pimpin Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Grahadi: Gelorakan Semangat Wujudkan Kedaulatan, Keadilan dan Kemakmuran Bangsa

Selasa, 18 Agustus 2026, 05:44 WIB
Lewat Film ISTIMEWA, IKAPPI Jatim Soroti Akses Kesehatan dan Pendidikan Anak Disabilitas
Surabaya

Lewat Film ISTIMEWA, IKAPPI Jatim Soroti Akses Kesehatan dan Pendidikan Anak Disabilitas

Senin, 17 Agustus 2026, 13:52 WIB
Next Post
Iklan ucapan Kepala Kantor ATR/ BPN Jember

Iklan ucapan kantor Pertanahan Mojokerto

Recommended

TRADISI JAMASAN KYAI UPAS MILIK KABUPATEN TULUNGAGUNG

TRADISI JAMASAN KYAI UPAS MILIK KABUPATEN TULUNGAGUNG

Jumat, 11 Juli 2025, 14:29 WIB
Pemkab Gelontorkan Rp1,1 Milyar BLT DBHCHT untuk 1.188 Warga

Pemkab Gelontorkan Rp1,1 Milyar BLT DBHCHT untuk 1.188 Warga

Kamis, 2 Oktober 2025, 06:09 WIB

Don't miss it

Dipicu Percikan Korek Api di Tumpukan Plastik, Gudang Rosokan di Jalan Pahlawan Lamongan Ludes Terbakar
Lamongan

Dipicu Percikan Korek Api di Tumpukan Plastik, Gudang Rosokan di Jalan Pahlawan Lamongan Ludes Terbakar

Senin, 28 September 2026, 08:13 WIB
Resmi Dikukuhkan, Prof. Chamdan Purnama sebagai Guru Besar Ilmu Manajemen di STIE Al-Anwar Mojokerto
Mojokerto

Resmi Dikukuhkan, Prof. Chamdan Purnama sebagai Guru Besar Ilmu Manajemen di STIE Al-Anwar Mojokerto

Senin, 28 September 2026, 08:06 WIB
Wisuda ke-25 STIE Al-Anwar Mojokerto: Cetak 183 Lulusan Adaptif Era Digital dan Pengukuhan Guru Besar
Mojokerto

Wisuda ke-25 STIE Al-Anwar Mojokerto: Cetak 183 Lulusan Adaptif Era Digital dan Pengukuhan Guru Besar

Senin, 28 September 2026, 08:00 WIB
Tulang Belulang Mr X Ditemukan di Hutan Tenggerejo, Polres Lamongan Lakukan Identifikasi
Lamongan

Tulang Belulang Mr X Ditemukan di Hutan Tenggerejo, Polres Lamongan Lakukan Identifikasi

Minggu, 27 September 2026, 13:26 WIB
Kecelakaan Beruntun Di Jalan Lamongan-Deket, Pengendara Motor Meninggal Dunia, Polres Lamongan Lakukan Evakuasi Korban
Lamongan

Kecelakaan Beruntun Di Jalan Lamongan-Deket, Pengendara Motor Meninggal Dunia, Polres Lamongan Lakukan Evakuasi Korban

Sabtu, 26 September 2026, 17:37 WIB
Kebakaran Hebat Melanda Pabrik PT YWI, Polres Lamongan Turunkan Tim Gabungan
Lamongan

Kebakaran Hebat Melanda Pabrik PT YWI, Polres Lamongan Turunkan Tim Gabungan

Sabtu, 26 September 2026, 17:34 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kode Etik Jurnalistik

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved