Sabtu, Agustus 15, 2026
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
No Result
View All Result
Home Daerah Surabaya

81 Tahun Merdeka, Mengapa Daerah Masih Kesulitan Membayar PPPK?. Jangan Hanya Menghemat APBD, Saatnya Kepala Daerah Mengubah Kekayaan Menjadi Kekuatan Fiskal (Episode Tiga)

by Redaksi
Sabtu, 15 Agustus 2026, 12:42 WIB
A A
81 Tahun Merdeka, Mengapa Daerah Masih Kesulitan Membayar PPPK?  Jangan Hanya Menghemat APBD, Saatnya Kepala Daerah Mengubah Kekayaan Menjadi Kekuatan Fiskal (Episode Pertama).

Ir. Bagus Budi Hermanto, MM.

Oleh: Ir. Bagus Budi Hermanto, MM.

Menjadi: Revenue Intelligence Institution.

Ketujuh: Ubah Aset Idle Menjadi Productive Asset

Daerah mempunyai aset yang tidak sedikit, Tanah, Gedung, Pasar, Gudang, Terminal, Kawasan perdagangan, Fasilitas lainnya.

Pertanyaan CEO daerah: “Berapa aset yang menghasilkan nilai?” Bukan berarti semua aset harus dijual.

Justru: aset publik harus dioptimalkan manfaatnya. Melalui mekanisme pemanfaatan yang sesuai ketentuan, aset yang idle dapat menjadi: productive asset → economic activity → revenue.

Kedelapan: BUMD Jangan Menjadi Beban APBD

BUMD harus menjadi salah satu economic engine, Bukan sekadar: “perusahaan milik pemerintah.”

Tetapi: profit center sekaligus development center.

Ukuran kinerjanya harus jelas: revenue; profit; ROE; dividen; employment; local supply chain; economic multiplier.

Jika BUMD terus membutuhkan suntikan APBD tanpa menghasilkan nilai ekonomi yang sebanding, maka perlu dilakukan evaluasi mendasar terhadap model bisnis, tata kelola dan portofolionya.

Kesembilan: Infrastruktur Harus Menghasilkan Economic Multiplier.

Jalan bukan sekadar beton. Pelabuhan bukan sekadar dermaga. Pasar bukan sekadar bangunan. Irigasi bukan sekadar saluran air.

Pertanyaannya:

Apa yang terjadi pada ekonomi setelah infrastruktur dibangun?.

Jika jalan membuat biaya logistik turun, maka investasi dapat meningkat.

Jika irigasi meningkatkan produktivitas pertanian, pendapatan masyarakat dapat meningkat.

Baca Juga :  INDONESIA 2030 : BUGAR ATAU BUBAR? Mengembalikan Pancasila sebagai Kompas Kebijakan Negara

Jika pelabuhan mempercepat arus barang, industri dan perdagangan dapat berkembang.

Karena itu:

APBD seharusnya dipandang sebagai modal untuk menciptakan public value dan economic multiplier, bukan sekadar anggaran yang harus dihabiskan.

PPPK Tidak Boleh Dipertentangkan dengan Pembangunan

Di titik ini kita harus berhati-hati.

Jangan membuat dikotomi:

PPPK versus pembangunan.

Itu keliru.

Yang harus dibangun adalah kemampuan fiskal yang memungkinkan:

PPPK + pelayanan publik + pembangunan. Berjalan secara bersamaan, Karena itu solusi PPPK tidak boleh hanya: memotong belanja.

Tetapi:

memperkuat pendapatan + meningkatkan produktivitas + memperluas basis ekonomi.

Dengan kata lain:

PPPK adalah kewajiban fiskal yang harus diantisipasi; economic growth adalah salah satu jalan untuk memperkuat kemampuan memenuhi kewajiban tersebut.

Efisiensi Adalah Rem, Pertumbuhan Adalah Mesin

Ini mungkin menjadi salah satu kalimat kunci artikel.

Efisiensi adalah rem agar APBD tidak boros. Pertumbuhan ekonomi adalah mesin agar kemampuan fiskal daerah bertambah.

Kita membutuhkan keduanya.

Tanpa efisiensi:

uang bocor.

Tanpa pertumbuhan:

uang tidak bertambah.

Maka:

Fiscal Sustainability = Revenue Growth + Expenditure Efficiency + Economic Growth.

Inilah pendekatan yang lebih seimbang.

Dari Fiscal Capacity Menuju Fiscal Space

Kapasitas fiskal yang kuat pada akhirnya memberikan fiscal space.

Fiscal space adalah ruang yang memungkinkan pemerintah menjalankan prioritas setelah memperhitungkan kewajiban dan kebutuhan fiskal.

Baca Juga :  81 Tahun Merdeka, Mengapa Daerah Masih Kesulitan Membayar PPPK?. Jangan Hanya Menghemat APBD, Saatnya Kepala Daerah Mengubah Kekayaan Menjadi Kekuatan Fiskal (Episode Dua).

Semakin besar fiscal space:

→ semakin besar kemampuan berinvestasi;

→ semakin kuat pelayanan publik;

→ semakin besar peluang pembangunan;

→ semakin besar kemampuan menghadapi guncangan ekonomi.

PMK No. 97 Tahun 2025 tentang Peta Kapasitas Fiskal Daerah menegaskan pentingnya pemetaan kapasitas fiskal sebagai bagian dari kebijakan fiskal pemerintah. Artinya, kapasitas fiskal daerah bukan sekadar istilah akademik, tetapi bagian dari arsitektur pengelolaan fiskal nasional.

Kemerdekaan yang Harus Diisi dengan Kemandirian Ekonomi

Di sinilah persoalan PPPK bertemu dengan makna HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Pemerintah menetapkan tema HUT ke-81 tahun 2026:

“Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” (Setneg⁠)

Tema tersebut dapat diterjemahkan secara konkret.

Berdaulat

Ketika daerah mampu mengembangkan kekuatan ekonominya.

Adil

Ketika nilai tambah tidak hanya dinikmati segelintir pihak, tetapi juga masyarakat lokal.

Makmur

Ketika pertumbuhan ekonomi menghasilkan pekerjaan, pendapatan dan pelayanan publik yang lebih baik.

Dengan demikian, mengisi kemerdekaan pada era desentralisasi bukan hanya membangun gedung pemerintahan.

Tetapi:

Membangun kapasitas masyarakat dan daerah untuk menciptakan masa depan dengan kekuatannya sendiri.

81 Tahun Merdeka: Saatnya Bertanya kepada Daerah

Pada usia 81 tahun, mungkin pertanyaannya bukan lagi:

“Apa yang diberikan negara kepada daerah?”

Baca Juga :  Asep Heri Mohon Pamit Kepada Masyarakat Jawa Timur

Tetapi juga:

“Apa yang mampu diciptakan daerah untuk rakyatnya?”

Bukan:

“Berapa besar transfer yang kita terima?”

Tetapi:

“Berapa besar economic value yang mampu kita ciptakan?”

Bukan:

“Bagaimana membayar PPPK dengan anggaran yang ada?”

Tetapi:

“Bagaimana memperbesar kapasitas fiskal agar PPPK, pelayanan publik dan pembangunan dapat berjalan bersama?”

Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan tanda kedewasaan desentralisasi.

Lima Kemerdekaan Ekonomi Daerah

Pada akhirnya, saya membayangkan lima bentuk kemerdekaan ekonomi daerah.

Pertama, merdeka dari potensi yang menganggur.

Kekayaan harus menjadi aktivitas ekonomi.

Kedua, merdeka dari ekonomi bahan mentah.

Komoditas harus memperoleh nilai tambah.

Ketiga, merdeka dari economic leakage.

Semakin banyak nilai ekonomi harus tinggal dan berputar di daerah.

Keempat, merdeka dari fiscal fragility.

Daerah harus mempunyai kapasitas fiskal yang sehat.

Kelima, merdeka dari kemiskinan dan keterbelakangan.

Pertumbuhan ekonomi harus bermuara pada kesejahteraan.

Regional Corporate Management: Sebuah Paradigma Baru

Gagasan ini dapat dirangkum dalam konsep:

Regional Corporate Management (RCM)

RCM bukan berarti pemerintah daerah berubah menjadi perusahaan.

RCM berarti menggunakan disiplin:

strategic management,

economic intelligence,

investment management,

asset management,

revenue management,

dan performance management

untuk menghasilkan:

public value.

Dalam paradigma ini, Bupati/Wali Kota menjadi semacam.

ShareSendTweet
Previous Post

Iklan ucapan Kepala Kantor ATR/ BPN Jember

Related Posts

81 Tahun Merdeka, Mengapa Daerah Masih Kesulitan Membayar PPPK?  Jangan Hanya Menghemat APBD, Saatnya Kepala Daerah Mengubah Kekayaan Menjadi Kekuatan Fiskal (Episode Pertama).
Surabaya

81 Tahun Merdeka, Mengapa Daerah Masih Kesulitan Membayar PPPK?. Jangan Hanya Menghemat APBD, Saatnya Kepala Daerah Mengubah Kekayaan Menjadi Kekuatan Fiskal (Episode Dua).

Jumat, 14 Agustus 2026, 05:00 WIB
81 Tahun Merdeka, Mengapa Daerah Masih Kesulitan Membayar PPPK?  Jangan Hanya Menghemat APBD, Saatnya Kepala Daerah Mengubah Kekayaan Menjadi Kekuatan Fiskal (Episode Pertama).
Surabaya

81 Tahun Merdeka, Mengapa Daerah Masih Kesulitan Membayar PPPK? Jangan Hanya Menghemat APBD, Saatnya Kepala Daerah Mengubah Kekayaan Menjadi Kekuatan Fiskal (Episode Pertama).

Kamis, 13 Agustus 2026, 17:21 WIB
Gubernur Khofifah Lantik Enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemprov Jatim: Optimalkan Digitalisasi untuk Pelayanan Publik Yang Makin Akuntabel, Efektif, Transparan dan Profesional
Surabaya

Gubernur Khofifah Lantik Enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemprov Jatim: Optimalkan Digitalisasi untuk Pelayanan Publik Yang Makin Akuntabel, Efektif, Transparan dan Profesional

Kamis, 16 Juli 2026, 20:53 WIB
INDONESIA 2030 : BUGAR ATAU BUBAR?  Mengembalikan Pancasila sebagai Kompas Kebijakan Negara
Surabaya

INDONESIA 2030 : BUGAR ATAU BUBAR? Mengembalikan Pancasila sebagai Kompas Kebijakan Negara

Minggu, 5 Juli 2026, 14:37 WIB
Rapat Klarifikasi ” Eri Cahyadi Ngedabrus ” Oleh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Berlangsung Panas Dan Ricuh..!!
Surabaya

Rapat Klarifikasi ” Eri Cahyadi Ngedabrus ” Oleh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Berlangsung Panas Dan Ricuh..!!

Kamis, 2 Juli 2026, 14:27 WIB
DPC PDI PERJUANGAN KOTA SURABAYA, MEMANGGIL SAUDARA WARDOYO SH. TERKAIT PEMBERITAAN DI MEDIA DENGAN JUDUL “ERI CAHYADI NGEDABRUS”
Surabaya

Rapat Klarifikasi ” Eri Cahyadi Ngedabrus ” oleh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya berlangsung panas dan ricuh..!!

Kamis, 2 Juli 2026, 06:07 WIB

Recommended

Mediasi Gagal, Proses Hukum Kecelakaan Maut Bus Bagong vs Suzuki Satria Dilanjutkan

Mediasi Gagal, Proses Hukum Kecelakaan Maut Bus Bagong vs Suzuki Satria Dilanjutkan

Selasa, 5 November 2024, 19:47 WIB
Deep Learning dan Tiga Komitmen Pemkab: Strategi Mojokerto Lahirkan Generasi Unggul Digital

Deep Learning dan Tiga Komitmen Pemkab: Strategi Mojokerto Lahirkan Generasi Unggul Digital

Senin, 24 November 2025, 14:00 WIB

Don't miss it

81 Tahun Merdeka, Mengapa Daerah Masih Kesulitan Membayar PPPK?  Jangan Hanya Menghemat APBD, Saatnya Kepala Daerah Mengubah Kekayaan Menjadi Kekuatan Fiskal (Episode Pertama).
Surabaya

81 Tahun Merdeka, Mengapa Daerah Masih Kesulitan Membayar PPPK?. Jangan Hanya Menghemat APBD, Saatnya Kepala Daerah Mengubah Kekayaan Menjadi Kekuatan Fiskal (Episode Tiga)

Sabtu, 15 Agustus 2026, 12:42 WIB
Iklan ucapan Kepala Kantor ATR/ BPN Jember
Beranda

Iklan ucapan Kepala Kantor ATR/ BPN Jember

Sabtu, 15 Agustus 2026, 12:13 WIB
PLT BUPATI AHMAD BAHARUDIN HADIRI PELANTIKAN WAKIL KETUA DPRD DAN KESEPAKATAN PERUBAHAN KUA-PPAS 2026
Tulungagung

PLT BUPATI AHMAD BAHARUDIN HADIRI PELANTIKAN WAKIL KETUA DPRD DAN KESEPAKATAN PERUBAHAN KUA-PPAS 2026

Jumat, 14 Agustus 2026, 05:45 WIB
81 Tahun Merdeka, Mengapa Daerah Masih Kesulitan Membayar PPPK?  Jangan Hanya Menghemat APBD, Saatnya Kepala Daerah Mengubah Kekayaan Menjadi Kekuatan Fiskal (Episode Pertama).
Surabaya

81 Tahun Merdeka, Mengapa Daerah Masih Kesulitan Membayar PPPK?. Jangan Hanya Menghemat APBD, Saatnya Kepala Daerah Mengubah Kekayaan Menjadi Kekuatan Fiskal (Episode Dua).

Jumat, 14 Agustus 2026, 05:00 WIB
SEKDA TULUNGAGUNG, DRS. TRI HARIADI, M.SI MENYERAHKAN BANTUAN SOSIAL DARI KEMENSOS
Beranda

SEKDA TULUNGAGUNG, DRS. TRI HARIADI, M.SI MENYERAHKAN BANTUAN SOSIAL DARI KEMENSOS

Kamis, 13 Agustus 2026, 21:38 WIB
81 Tahun Merdeka, Mengapa Daerah Masih Kesulitan Membayar PPPK?  Jangan Hanya Menghemat APBD, Saatnya Kepala Daerah Mengubah Kekayaan Menjadi Kekuatan Fiskal (Episode Pertama).
Surabaya

81 Tahun Merdeka, Mengapa Daerah Masih Kesulitan Membayar PPPK? Jangan Hanya Menghemat APBD, Saatnya Kepala Daerah Mengubah Kekayaan Menjadi Kekuatan Fiskal (Episode Pertama).

Kamis, 13 Agustus 2026, 17:21 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kode Etik Jurnalistik

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved