Beranda Mojokerto

HPN 2026, Ketua STIE Al-Anwar Mojokerto: Integritas dan Keberanian Adalah Kunci Kekuatan Pers Nasional  

5

liputan : LatiF. Editor. Redaksi.

Koran Pilar. Mojokerto, Jawa Timur. Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 pada 9 Februari 2026 menjadi momentum krusial bagi dunia pendidikan untuk mempererat kolaborasi dengan insan media.

Ketua STIE Al-Anwar, Ahmad Luthfi, S.E., M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap peran pers sebagai salah satu pilar demokrasi yang berdiri kokoh di tengah derasnya arus informasi digital.

Salah satu contohnya, hingga kini di kampusnya sendiri terdapat 2 pengajar atau dosen berstatus pewarta dan editor yang tetap bersinergi antara akademik dan pemberitaan sesuai kaidah Dewan Pers di kampus berjurusan Manajemen dan Akuntansi tersebut.

Ahmad Luthfi menegaskan bahwa kualitas pers tidak lagi hanya diukur dari kecepatan dalam menyampaikan berita kepada khalayak.

Menurutnya, pondasi utama yang harus dimiliki setiap insan media adalah integritas dan keberanian untuk menyuarakan kebenaran demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi media tetap terjaga.

“Pers yang kuat lahir dari integritas, keberanian, dan komitmen pada kebenaran. Kami berterima kasih kepada rekan-rekan pers yang hingga saat ini terus konsisten menjaga nurani publik dan berperan aktif sebagai penyambung lidah masyarakat,” ungkap Luthfi saat memberikan pernyataan sambil ngopi bareng dengan beberapa insan pers.

Baca Juga  Proyek Jembatan Talunbrak Mojokerto Capai 86 Persen

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa dunia pendidikan memiliki keterikatan yang sangat erat dengan dunia pers, terutama dalam upaya meningkatkan literasi informasi di kalangan mahasiswa.

Sinergi antara akademisi dan jurnalis dinilai sangat vital untuk memastikan kebijakan pendidikan maupun hasil riset ilmiah dapat tersampaikan secara akurat dan objektif.

Peringatan HPN ke-80 ini diharapkan menjadi titik balik bagi penguatan ekosistem media, khususnya di wilayah Jawa Timur, agar semakin profesional.

STIE Al-Anwar berkomitmen menjadi mitra strategis bagi pers dalam kolaborasi kajian, penelitian serta penyediaan data akademik yang kredibel, terutama di bidang ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia.

Luthfi juga mendorong agar insan pers terus melakukan inovasi teknologi tanpa mengabaikan kaidah-kaidah jurnalistik yang fundamental.

Transformasi digital tidak boleh melunturkan nilai etika karena kualitas konten tetap menjadi penentu utama dalam memberikan edukasi yang mencerahkan bagi masyarakat luas.

Penjagaan terhadap “nurani publik” ditegaskan kembali sebagai tugas mulia yang harus menjadi pedoman utama di tengah ancaman disrupsi informasi.

Baca Juga  Libur Panjang Nataru, Pemkab Mojokerto Siagakan Tim Medis 24 Jam di Enam Titik Rawan

Dengan kolaborasi yang kuat antara dunia akademik dan media, diharapkan tercipta tatanan masyarakat yang lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh penyebaran berita bohong atau hoaks.