Sabtu, September 26, 2026
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
No Result
View All Result
Home Daerah Mojokerto

Uji Kelayakan Rampung, Profesor ITS Rekomendasikan Pemindahan Ibu Kota Mojokerto ke Jotangan

by Redaksi
Kamis, 5 Februari 2026, 08:00 WIB
A A
Uji Kelayakan Rampung, Profesor ITS Rekomendasikan Pemindahan Ibu Kota Mojokerto ke Jotangan

Liputan : Latif

Mojokerto, Jawa Timur. Prof. Dr. Ir. Eko Budi Santoso, Lic. Rer. Reg., pakar perencanaan wilayah dan kota dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), memaparkan hasil studi kelayakan (feasibility study) terkait rencana pemindahan Ibu Kota Kabupaten Mojokerto.

Dalam paparannya, Profesor ke-209 ITS ini menegaskan bahwa pemindahan pusat pemerintahan dari wilayah Kota Mojokerto ke wilayah administrasi kabupaten sendiri merupakan sebuah urgensi yang wajib dilaksanakan.

“Secara urgensi, wajib, wajib pindah. Apalagi di Jawa Timur ini (Kabupaten Mojokerto) adalah satu-satunya yang belum pindah (pusat pemerintahannya),” tegas Prof. Eko.

Beliau menjelaskan bahwa landasan hukum rencana ini sudah sangat kuat dan sinkron dengan dokumen perencanaan di tingkat daerah maupun nasional. Selama belum ada ketetapan resmi atau Black Paper (BP) yang final, lokasi terpilih saat ini masih disebut sebagai “Calon Ibu Kota”.

Dalam proses penentuan lokasi, tim ahli melakukan penyaringan (filtering) yang sangat ketat terhadap 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto.

Proses seleksi dilakukan berdasarkan berbagai kriteria mulai dari kondisi geografis yang mudah diakses, aspek topografi yang datar, ketersediaan fasilitas sosial ekonomi, hingga aspek sosial budaya masyarakat setempat.

Baca Juga :  173 Peserta Kesetaraan SKB Mojokerto Resmi Lulus Paket A, B dan C, Bupati: Mereka Agen Perubahan

Pengkajian ini juga mempertimbangkan potensi risiko bencana agar pusat pemerintahan nantinya berada di zona yang aman.

Prof. Eko mengungkapkan bahwa salah satu tantangan dalam seleksi adalah pertimbangan situs sejarah. Sebagai contoh, Kecamatan Trowulan yang kaya akan situs peninggalan Majapahit tidak memungkinkan untuk dijadikan pusat pemerintahan karena risiko merusak cagar budaya.

“Di Kecamatan Trowulan banyak situs peninggalan yang harus dijaga. Jika dibangun pusat pemerintahan, dikhawatirkan akan mengganggu situs-situs yang terpendam,” jelas peneliti dari Center for Sustainable Infrastructure and Development ini.

Hasil studi mengerucutkan 18 kecamatan menjadi tiga kandidat teratas, yakni Mojosari, Puri, dan Kutorejo. Setelah dilakukan analisis lebih mendalam dengan menggunakan 31 indikator teknis, Kecamatan Mojosari keluar sebagai lokasi dengan skor tertinggi.

Keunggulan Mojosari terletak pada fasilitasnya yang sudah lengkap, aksesibilitas yang baik ke kecamatan lain, serta nilai historisnya yang identik dengan “Sarinya Mojopahit”.

Pada tahap akhir, studi ini menetapkan Desa Jotangan di Kecamatan Mojosari sebagai titik koordinat calon pusat pemerintahan.

Baca Juga :  Bakesbangpol dan KPU Kabupaten Beri Literasi Pendidikan Politik Mahasiswa STIE Al-Anwar Mojokerto

Pemilihan Desa Jotangan didasarkan pada luas lahan yang mumpuni, kedekatan dengan akses jalan raya, serta fasilitas publik seperti stadion dan GOR. Prof. Eko menambahkan bahwa masyarakat setempat juga telah menunjukkan dukungan dan persetujuan terhadap rencana ini.

Lebih lanjut, Prof. Eko menekankan bahwa keberadaan pusat pemerintahan baru di Desa Jotangan akan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Kabupaten Mojokerto.

Selain menarik investasi, langkah ini akan mengalihkan potensi Pajak Hiburan dan Restoran (PHB) yang selama ini dinikmati oleh wilayah kota, kembali ke kas kabupaten sendiri.

“Ini adalah prospek ekonomi yang akan mendatangkan investasi dan mengefisiensikan layanan publik bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto” Pungkasnya.

Tags: feasibility study
ShareSendTweet
Previous Post

Targetkan 50 Persen Kader Muda Hadapi Pemilu 2029, PDI Perjuangan Tulungagung Dorong Transformasi Organisasi

Next Post

Pengarahan KaDisNaker Drs. Tri Hariadi, M.Si ke peserta CPMI

Related Posts

STIE Al-Anwar Mojokerto Gelar Yudisium ke-25, Ketua Kampus Pesan Pentingnya Menjaga Almamater
Mojokerto

STIE Al-Anwar Mojokerto Gelar Yudisium ke-25, Ketua Kampus Pesan Pentingnya Menjaga Almamater

Minggu, 20 September 2026, 16:13 WIB
STIE Al-Anwar Mojokerto Buka T.A 2026/2027: Siapkan Generasi Kompeten Hadapi Tantangan Kerja
Mojokerto

STIE Al-Anwar Mojokerto Buka T.A 2026/2027: Siapkan Generasi Kompeten Hadapi Tantangan Kerja

Selasa, 15 September 2026, 08:13 WIB
Profil Bupati Mojokerto, Salah Satu Penulis Buku Islam ala Prabowo
Mojokerto

Profil Bupati Mojokerto, Salah Satu Penulis Buku Islam ala Prabowo

Selasa, 8 September 2026, 08:22 WIB
Sejumlah SPBU di Mojokerto Alami Lonjakan Pembelian Pertalite Sebabkan Antrean Panjang di Jam Sibuk
Mojokerto

Sejumlah SPBU di Mojokerto Alami Lonjakan Pembelian Pertalite Sebabkan Antrean Panjang di Jam Sibuk

Selasa, 8 September 2026, 07:42 WIB
Minggu Pagi di Alun-Alun Mojokerto: Dari Anak-Anak Hingga Lansia Olahraga, Parkir Resmi Kini Rp 3.000
Mojokerto

Minggu Pagi di Alun-Alun Mojokerto: Dari Anak-Anak Hingga Lansia Olahraga, Parkir Resmi Kini Rp 3.000

Minggu, 6 September 2026, 13:34 WIB
Mojokerto

Perayaan Maulid Nabi di Mojokerto, Ada Tradisi Keresan di Sooko

Rabu, 26 Agustus 2026, 12:52 WIB
Next Post

Pengarahan KaDisNaker Drs. Tri Hariadi, M.Si ke peserta CPMI

Recommended

Bupati Tulungagung Serahkan Langsung Bantuan 17 Ton Beras untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

Bupati Tulungagung Serahkan Langsung Bantuan 17 Ton Beras untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

Kamis, 15 Januari 2026, 18:17 WIB
Tradisi Ayak Abu Jelang Imlek di Tulungagung: Penyucian Spiritual dan Harapan Baru

Tradisi Ayak Abu Jelang Imlek di Tulungagung: Penyucian Spiritual dan Harapan Baru

Jumat, 24 Januari 2025, 11:38 WIB

Don't miss it

Polres Lamongan Respon Cepat Laka Tunggal Truk Trailer Di Jalur Lamongan-Babat
Lamongan

Polres Lamongan Respon Cepat Laka Tunggal Truk Trailer Di Jalur Lamongan-Babat

Selasa, 22 September 2026, 15:10 WIB
HUT Ke-81 PMI, Bupati Yes Pastikan Stok Darah di PMI Lamongan Aman dan Mencukupi
Beranda

HUT Ke-81 PMI, Bupati Yes Pastikan Stok Darah di PMI Lamongan Aman dan Mencukupi

Selasa, 22 September 2026, 15:05 WIB
DARI BIBIT KE ALGORITMA : JALAN PANJANG MENUJU REVOLUSI KOPI INDONESIA (Bagian Ketiga).
Surabaya

DARI BIBIT KE ALGORITMA : JALAN PANJANG MENUJU REVOLUSI KOPI INDONESIA (Bagian Ketiga).

Senin, 21 September 2026, 19:39 WIB
Penyegaran Birokrasi Lamongan: Pak Yes Ambil Sumpah 60 Pejabat Administrator dan Pengawas
Lamongan

Penyegaran Birokrasi Lamongan: Pak Yes Ambil Sumpah 60 Pejabat Administrator dan Pengawas

Senin, 21 September 2026, 08:57 WIB
Misteri Penemuan Wanita Meninggal Dalam Kamar di Paciran Lamongan, Polisi Dalami Penyebab Kematian
Beranda

Misteri Penemuan Wanita Meninggal Dalam Kamar di Paciran Lamongan, Polisi Dalami Penyebab Kematian

Senin, 21 September 2026, 08:51 WIB
DARI BIBIT KE ALGORITMA : JALAN PANJANG MENUJU REVOLUSI KOPI INDONESIA (Bagian Pertama).
Surabaya

DARI BIBIT KE ALGORITMA : JALAN PANJANG MENUJU REVOLUSI KOPI INDONESIA (Bagian Kedua).

Minggu, 20 September 2026, 16:30 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kode Etik Jurnalistik

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved