Rabu, Agustus 12, 2026
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
No Result
View All Result
Home Daerah Mojokerto

Uji Kelayakan Rampung, Profesor ITS Rekomendasikan Pemindahan Ibu Kota Mojokerto ke Jotangan

by Redaksi
Kamis, 5 Februari 2026, 08:00 WIB
A A
Uji Kelayakan Rampung, Profesor ITS Rekomendasikan Pemindahan Ibu Kota Mojokerto ke Jotangan

Liputan : Latif

Mojokerto, Jawa Timur. Prof. Dr. Ir. Eko Budi Santoso, Lic. Rer. Reg., pakar perencanaan wilayah dan kota dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), memaparkan hasil studi kelayakan (feasibility study) terkait rencana pemindahan Ibu Kota Kabupaten Mojokerto.

Dalam paparannya, Profesor ke-209 ITS ini menegaskan bahwa pemindahan pusat pemerintahan dari wilayah Kota Mojokerto ke wilayah administrasi kabupaten sendiri merupakan sebuah urgensi yang wajib dilaksanakan.

“Secara urgensi, wajib, wajib pindah. Apalagi di Jawa Timur ini (Kabupaten Mojokerto) adalah satu-satunya yang belum pindah (pusat pemerintahannya),” tegas Prof. Eko.

Beliau menjelaskan bahwa landasan hukum rencana ini sudah sangat kuat dan sinkron dengan dokumen perencanaan di tingkat daerah maupun nasional. Selama belum ada ketetapan resmi atau Black Paper (BP) yang final, lokasi terpilih saat ini masih disebut sebagai “Calon Ibu Kota”.

Dalam proses penentuan lokasi, tim ahli melakukan penyaringan (filtering) yang sangat ketat terhadap 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto.

Proses seleksi dilakukan berdasarkan berbagai kriteria mulai dari kondisi geografis yang mudah diakses, aspek topografi yang datar, ketersediaan fasilitas sosial ekonomi, hingga aspek sosial budaya masyarakat setempat.

Baca Juga :  Dua Minggu Pasca MPLS 2025-2026, Penjahit Mojokerto Ngaku Kuwalahan Pesanan Seragam

Pengkajian ini juga mempertimbangkan potensi risiko bencana agar pusat pemerintahan nantinya berada di zona yang aman.

Prof. Eko mengungkapkan bahwa salah satu tantangan dalam seleksi adalah pertimbangan situs sejarah. Sebagai contoh, Kecamatan Trowulan yang kaya akan situs peninggalan Majapahit tidak memungkinkan untuk dijadikan pusat pemerintahan karena risiko merusak cagar budaya.

“Di Kecamatan Trowulan banyak situs peninggalan yang harus dijaga. Jika dibangun pusat pemerintahan, dikhawatirkan akan mengganggu situs-situs yang terpendam,” jelas peneliti dari Center for Sustainable Infrastructure and Development ini.

Hasil studi mengerucutkan 18 kecamatan menjadi tiga kandidat teratas, yakni Mojosari, Puri, dan Kutorejo. Setelah dilakukan analisis lebih mendalam dengan menggunakan 31 indikator teknis, Kecamatan Mojosari keluar sebagai lokasi dengan skor tertinggi.

Keunggulan Mojosari terletak pada fasilitasnya yang sudah lengkap, aksesibilitas yang baik ke kecamatan lain, serta nilai historisnya yang identik dengan “Sarinya Mojopahit”.

Pada tahap akhir, studi ini menetapkan Desa Jotangan di Kecamatan Mojosari sebagai titik koordinat calon pusat pemerintahan.

Baca Juga :  Tingkatkan Implementasi Program, Bupati Mojokerto Minta Dukungan Kebijakan dan Anggaran Desa untuk Posyandu

Pemilihan Desa Jotangan didasarkan pada luas lahan yang mumpuni, kedekatan dengan akses jalan raya, serta fasilitas publik seperti stadion dan GOR. Prof. Eko menambahkan bahwa masyarakat setempat juga telah menunjukkan dukungan dan persetujuan terhadap rencana ini.

Lebih lanjut, Prof. Eko menekankan bahwa keberadaan pusat pemerintahan baru di Desa Jotangan akan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Kabupaten Mojokerto.

Selain menarik investasi, langkah ini akan mengalihkan potensi Pajak Hiburan dan Restoran (PHB) yang selama ini dinikmati oleh wilayah kota, kembali ke kas kabupaten sendiri.

“Ini adalah prospek ekonomi yang akan mendatangkan investasi dan mengefisiensikan layanan publik bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto” Pungkasnya.

Tags: feasibility study
ShareSendTweet
Previous Post

Targetkan 50 Persen Kader Muda Hadapi Pemilu 2029, PDI Perjuangan Tulungagung Dorong Transformasi Organisasi

Next Post

Pengarahan KaDisNaker Drs. Tri Hariadi, M.Si ke peserta CPMI

Related Posts

Gelaran Sound Horeg Kedungmaling Sooko Mojokerto Sedot Ribuan Penonton
Mojokerto

Gandeng Influencer Lokal, Mahasiswa KKN STIE Al-Anwar Belajar Bareng Warga Soal Packaging dan Pemasaran

Senin, 10 Agustus 2026, 06:57 WIB
Gelaran Sound Horeg Kedungmaling Sooko Mojokerto Sedot Ribuan Penonton
Mojokerto

Gelaran Sound Horeg Kedungmaling Sooko Mojokerto Sedot Ribuan Penonton

Senin, 10 Agustus 2026, 06:51 WIB
Semangat Merah Putih, Semangat Dagang: Omzet Pedagang Agustusan di Mojokerto Capai Ratusan Ribu
Mojokerto

Semangat Merah Putih, Semangat Dagang: Omzet Pedagang Agustusan di Mojokerto Capai Ratusan Ribu

Senin, 10 Agustus 2026, 06:40 WIB
Cegah Stunting dan Cacingan, Mahasiswa KKN STIE Al-Anwar Dampingi Bidan Desa di MI Salafiyah Mojogeneng
Mojokerto

Cegah Stunting dan Cacingan, Mahasiswa KKN STIE Al-Anwar Dampingi Bidan Desa di MI Salafiyah Mojogeneng

Sabtu, 8 Agustus 2026, 10:31 WIB
Komoditas Bernilai Tinggi, Cengkeh Dusun Legundi Mojokerto Dorong Kemandirian Ekonomi Warga
Mojokerto

Komoditas Bernilai Tinggi, Cengkeh Dusun Legundi Mojokerto Dorong Kemandirian Ekonomi Warga

Kamis, 6 Agustus 2026, 07:55 WIB
Pemkab Mojokerto Dorong Raperda Baru, Satu Atur Jalan dan Empat Lainnya Pencabutan
Mojokerto

Pemkab Mojokerto Dorong Raperda Baru, Satu Atur Jalan dan Empat Lainnya Pencabutan

Rabu, 5 Agustus 2026, 11:17 WIB
Next Post

Pengarahan KaDisNaker Drs. Tri Hariadi, M.Si ke peserta CPMI

Recommended

Peristiwa Kebakaran di Barat Perempatan Tamanan

Peristiwa Kebakaran di Barat Perempatan Tamanan

Rabu, 14 Agustus 2024, 22:06 WIB
TMMD di Mojokerto Usai, Masyarakat Diminta Jaga Hasil Karya

TMMD di Mojokerto Usai, Masyarakat Diminta Jaga Hasil Karya

Jumat, 7 November 2025, 12:49 WIB

Don't miss it

KETIKA RAKYAT HANYA MEMIKIRKAN HARI INI,  Sebuah Negara Tidak Boleh Membuat Rakyatnya Terlalu Sibuk Bertahan Hidup Hingga Lupa Merencanakan Masa Depan
Beranda

KETIKA RAKYAT HANYA MEMIKIRKAN HARI INI, Sebuah Negara Tidak Boleh Membuat Rakyatnya Terlalu Sibuk Bertahan Hidup Hingga Lupa Merencanakan Masa Depan

Selasa, 11 Agustus 2026, 17:14 WIB
Perkuat Rantai Pasok Kopi Lokal Mojokerto, Mahasiswa KKN Dampingi Proses Edukasi Pembibitan dan Sortir Biji Kopi
Beranda

Perkuat Rantai Pasok Kopi Lokal Mojokerto, Mahasiswa KKN Dampingi Proses Edukasi Pembibitan dan Sortir Biji Kopi

Selasa, 11 Agustus 2026, 06:48 WIB
Gelaran Sound Horeg Kedungmaling Sooko Mojokerto Sedot Ribuan Penonton
Mojokerto

Gandeng Influencer Lokal, Mahasiswa KKN STIE Al-Anwar Belajar Bareng Warga Soal Packaging dan Pemasaran

Senin, 10 Agustus 2026, 06:57 WIB
Gelaran Sound Horeg Kedungmaling Sooko Mojokerto Sedot Ribuan Penonton
Mojokerto

Gelaran Sound Horeg Kedungmaling Sooko Mojokerto Sedot Ribuan Penonton

Senin, 10 Agustus 2026, 06:51 WIB
Semangat Merah Putih, Semangat Dagang: Omzet Pedagang Agustusan di Mojokerto Capai Ratusan Ribu
Mojokerto

Semangat Merah Putih, Semangat Dagang: Omzet Pedagang Agustusan di Mojokerto Capai Ratusan Ribu

Senin, 10 Agustus 2026, 06:40 WIB
Cegah Stunting dan Cacingan, Mahasiswa KKN STIE Al-Anwar Dampingi Bidan Desa di MI Salafiyah Mojogeneng
Mojokerto

Cegah Stunting dan Cacingan, Mahasiswa KKN STIE Al-Anwar Dampingi Bidan Desa di MI Salafiyah Mojogeneng

Sabtu, 8 Agustus 2026, 10:31 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kode Etik Jurnalistik

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved