Rabu, Mei 13, 2026
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Surabaya
    • Jember
    • Blitar
    • Mojokerto
    • Kediri
    • Jakarta
    • Trenggalek
    • Malang
    • Jombang
    • Bojonegoro
    • Lamongan
  • Pemerintahan
  • Politik
No Result
View All Result
koranpilar
No Result
View All Result
Home Daerah Mojokerto

Uji Kelayakan Rampung, Profesor ITS Rekomendasikan Pemindahan Ibu Kota Mojokerto ke Jotangan

by Redaksi
Kamis, 5 Februari 2026, 08:00 WIB
A A
Uji Kelayakan Rampung, Profesor ITS Rekomendasikan Pemindahan Ibu Kota Mojokerto ke Jotangan

Liputan : Latif

Mojokerto, Jawa Timur. Prof. Dr. Ir. Eko Budi Santoso, Lic. Rer. Reg., pakar perencanaan wilayah dan kota dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), memaparkan hasil studi kelayakan (feasibility study) terkait rencana pemindahan Ibu Kota Kabupaten Mojokerto.

Dalam paparannya, Profesor ke-209 ITS ini menegaskan bahwa pemindahan pusat pemerintahan dari wilayah Kota Mojokerto ke wilayah administrasi kabupaten sendiri merupakan sebuah urgensi yang wajib dilaksanakan.

“Secara urgensi, wajib, wajib pindah. Apalagi di Jawa Timur ini (Kabupaten Mojokerto) adalah satu-satunya yang belum pindah (pusat pemerintahannya),” tegas Prof. Eko.

Beliau menjelaskan bahwa landasan hukum rencana ini sudah sangat kuat dan sinkron dengan dokumen perencanaan di tingkat daerah maupun nasional. Selama belum ada ketetapan resmi atau Black Paper (BP) yang final, lokasi terpilih saat ini masih disebut sebagai “Calon Ibu Kota”.

Dalam proses penentuan lokasi, tim ahli melakukan penyaringan (filtering) yang sangat ketat terhadap 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto.

Proses seleksi dilakukan berdasarkan berbagai kriteria mulai dari kondisi geografis yang mudah diakses, aspek topografi yang datar, ketersediaan fasilitas sosial ekonomi, hingga aspek sosial budaya masyarakat setempat.

Baca Juga :  Bupati Mojokerto Contohkan Keberagaman dalam Persatuan Antar Umat Beragama

Pengkajian ini juga mempertimbangkan potensi risiko bencana agar pusat pemerintahan nantinya berada di zona yang aman.

Prof. Eko mengungkapkan bahwa salah satu tantangan dalam seleksi adalah pertimbangan situs sejarah. Sebagai contoh, Kecamatan Trowulan yang kaya akan situs peninggalan Majapahit tidak memungkinkan untuk dijadikan pusat pemerintahan karena risiko merusak cagar budaya.

“Di Kecamatan Trowulan banyak situs peninggalan yang harus dijaga. Jika dibangun pusat pemerintahan, dikhawatirkan akan mengganggu situs-situs yang terpendam,” jelas peneliti dari Center for Sustainable Infrastructure and Development ini.

Hasil studi mengerucutkan 18 kecamatan menjadi tiga kandidat teratas, yakni Mojosari, Puri, dan Kutorejo. Setelah dilakukan analisis lebih mendalam dengan menggunakan 31 indikator teknis, Kecamatan Mojosari keluar sebagai lokasi dengan skor tertinggi.

Keunggulan Mojosari terletak pada fasilitasnya yang sudah lengkap, aksesibilitas yang baik ke kecamatan lain, serta nilai historisnya yang identik dengan “Sarinya Mojopahit”.

Pada tahap akhir, studi ini menetapkan Desa Jotangan di Kecamatan Mojosari sebagai titik koordinat calon pusat pemerintahan.

Baca Juga :  Wagub Jatim Sebut Indeks Risiko Bencana Menurun di Angka 95,75

Pemilihan Desa Jotangan didasarkan pada luas lahan yang mumpuni, kedekatan dengan akses jalan raya, serta fasilitas publik seperti stadion dan GOR. Prof. Eko menambahkan bahwa masyarakat setempat juga telah menunjukkan dukungan dan persetujuan terhadap rencana ini.

Lebih lanjut, Prof. Eko menekankan bahwa keberadaan pusat pemerintahan baru di Desa Jotangan akan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Kabupaten Mojokerto.

Selain menarik investasi, langkah ini akan mengalihkan potensi Pajak Hiburan dan Restoran (PHB) yang selama ini dinikmati oleh wilayah kota, kembali ke kas kabupaten sendiri.

“Ini adalah prospek ekonomi yang akan mendatangkan investasi dan mengefisiensikan layanan publik bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto” Pungkasnya.

Tags: feasibility study
ShareSendTweet
Previous Post

Targetkan 50 Persen Kader Muda Hadapi Pemilu 2029, PDI Perjuangan Tulungagung Dorong Transformasi Organisasi

Next Post

Pengarahan KaDisNaker Drs. Tri Hariadi, M.Si ke peserta CPMI

Related Posts

BPK Jatim Siap Audit Terperinci LKPD 2025 Pemkab Mojokerto
Mojokerto

BPK Jatim Siap Audit Terperinci LKPD 2025 Pemkab Mojokerto

Jumat, 3 April 2026, 17:04 WIB
Foto : Pemkab Gelar Rapat Koordinasi Antisipasi Perang di Timur Tengah
Mojokerto

Respons Dinamika Global, Pemkab Mojokerto Perkuat Ketahanan Pangan dan Perlindungan Sosial

Sabtu, 28 Maret 2026, 12:18 WIB
Baznas Mojokerto Distribusikan 10 Ton, Total ZIS Rp 574 Juta
Mojokerto

Baznas Mojokerto Distribusikan 10 Ton, Total ZIS Rp 574 Juta

Kamis, 19 Maret 2026, 11:53 WIB
Ibu Kota Kabupaten Mojokerto Resmi Pindah ke Mojosari, DPRD Setujuai dalam Paripurna
Mojokerto

Ibu Kota Kabupaten Mojokerto Resmi Pindah ke Mojosari, DPRD Setujuai dalam Paripurna

Senin, 16 Maret 2026, 12:43 WIB
Menembus Batas Akademik di Mojokerto, Prof. Chamdan Purnama Sang Pendidik Inspiratif
Mojokerto

Menembus Batas Akademik di Mojokerto, Prof. Chamdan Purnama Sang Pendidik Inspiratif

Sabtu, 14 Maret 2026, 09:10 WIB
Pantau Kenaikan Harga Komiditas Bahan Pangan, Pemkab Mojokerto Siapkan Langkah Mitigasi Inflasi
Mojokerto

Siaga Mudik Lebaran 2026, 250 Personel Gabungan Dikerahkan

Jumat, 13 Maret 2026, 12:26 WIB
Next Post

Pengarahan KaDisNaker Drs. Tri Hariadi, M.Si ke peserta CPMI

Recommended

Senin, 4 Agustus 2025, 20:05 WIB
Kenaikan Harga Cabe Rawit di Tulungagung, Stok Beras Tetap Stabil

Kenaikan Harga Cabe Rawit di Tulungagung, Stok Beras Tetap Stabil

Selasa, 30 Juli 2024, 18:48 WIB

Don't miss it

Dana Ketahanan Pangan Rp 230 Juta, Kandang Sapi Desa Slaharwotan Hanya Berisi 3 Ekor
Tulungagung

Ingkar Janji Alih Fungsi RTH di Perumahan Jepun Residence, Pengembang DiProtes Warga

Selasa, 12 Mei 2026, 15:52 WIB
Dana Ketahanan Pangan Rp 230 Juta, Kandang Sapi Desa Slaharwotan Hanya Berisi 3 Ekor
Lamongan

Dana Ketahanan Pangan Rp 230 Juta, Kandang Sapi Desa Slaharwotan Hanya Berisi 3 Ekor

Selasa, 12 Mei 2026, 15:12 WIB
Damkar Lakukan Evakuasi, Siswi SMK di Tulungagung Mendadak Tak Bisa Bergerak di Lantai Dua
Tulungagung

Damkar Lakukan Evakuasi, Siswi SMK di Tulungagung Mendadak Tak Bisa Bergerak di Lantai Dua

Selasa, 12 Mei 2026, 08:18 WIB
Penemuan Mayat Lansia di Sungai Kering Desa Kaliwungu
Tulungagung

Penemuan Mayat Lansia di Sungai Kering Desa Kaliwungu

Selasa, 12 Mei 2026, 08:00 WIB
Plt Bupati Titip Doa untuk Tulungagung, Ke Calon Jemaah Haji
Tulungagung

Plt Bupati Titip Doa untuk Tulungagung, Ke Calon Jemaah Haji

Jumat, 8 Mei 2026, 18:53 WIB
Transformasi Digital Birokrasi: Teknologi Saja Tidak Cukup
Surabaya

Transformasi Digital Birokrasi: Teknologi Saja Tidak Cukup

Jumat, 8 Mei 2026, 18:25 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kode Etik Jurnalistik

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026 Koranpilar - All Rights Reserved