Tulungagung, Delapan program prioritas dalam membangun Kota Marmer pada tahun depan akan diwujudkan oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. Kedelapan program prioritas itu sudah tercantum dalam rancangan APBD Kabupaten Tulungagung tahun 2026.
“sebagai upaya perwujudan pencapaian pembangunan Kabupaten Tulungagung pada tahun 2026, dalam penyusunan rancangan APBD tahun Anggaran ini telah diselaraskan dengan prioritas nasional dan prioritas provinsi, ,” ujarnya.
Hal itu disampaikan Bupati Gatut Sunu saat Rapat Paripurna DPRD Tulungagung yang salah satunya beragenda penyampaian Ranperda tentang APBD Tahun Anggaran 2026 di Kantor DPRD Tulungagung, Senin (22/9).
Ada pun delapan program prioritas itu, menurut Bupati Gatut Sunu masing-masing adalah pembangunan ekonomi sektor unggulan, perluasan kesejahteraan sosial masyarakat, penyediaan infrastruktur yang berkualitas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sektor unggulan, peningkatan akses dan kualitas pelayanan dasar bidang pendidikan dan kesehatan, percepatan penurunan kemiskinan untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat, memperkuat hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam lokal, peningkatan kualitas tata pemerintahan dan pelayanan public, ketahanan bencana dan pelestarian budaya serta peningkatan kualitas lingkungan hidup.
Bupati Gatut Sunu, untuk penyelarasan dengan prioritas nasional, menyebut Pemkab Tulungagung telah merencanakan perluasan program makan gratis (MBG) di tiga kecamatan. Yakni, di Kecamatan Gondang, Kecamatan Tanggungggunung dan Kecamatan Pucanglaban.
“saat ini Pemkab Tulungagung tegak lurus dengan pemerintah pusat. Dalam mendukung pelaksanaan kegiatan MBG yang anggarannya tidak banyak, dibuat kantor yang nanti bisa digunakan untuk memperlancar program MBG di tahun 2026,” ungkapnya.
Sekda Tulungagung, Hariadi juga menambahkan dalam menyelaraskan program pembangunan di tahun 2026 dengan pemerintah pusat, Pemkab Tulungagung akan melaksanan berbagai program.
“Program-program itu seperti penurunan stunting, penurunan kemiskinan, (pemberdayaan) koperasi desa merah putih dan, pembangunan sekolah rakyat (SR) ” tuturnya.
Penulis : Kang Yon.
Editor : Redaksi.









