koranpilar.com, Lamongan. Ironis nama RSUD yang notabenya murni milik suatu Pemerintah , yang seharusnya terbebas Dari KKN, tercoreng akibat adanya ulah Oknum yang menyalah gunakan kewenangan yakni melakukan Praktek perekrutan calon tenaga Nakes dan Non Nakes dengan tarif yang fantastis, Praktek tersebut terjadi di RSUD Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan.
Mencuatnya permasalahan ini, terjadi ada salah satu Calon yang merasa tertipu beralamatkan Desa Garung Kecamatan Sambeng berinisial (S) calon tersebut merasa kecewa hingga mendatangi ke pihak RSUD Ngimbang, yang melalui Kabag Kepegawaian, untuk meminta penjelasan terkait adanya surat keterangan penempatan tersebut, yang tertuang pada bulan 05/20 2025, sudah dinyatakan difinitif sebagai tenaga Nakes, di Formasi yang telah di janjikan sebelumnya.
Setelah mendapat aduan dari salah satu calon tenaga kerja yang merasa gagal , Awak Media mencoba mendatangi ke Pihak RSUD Ngimbang pada Senin 26/5. melalui Kabag Kepegawaian (Huda) guna mengklarifikasi terkait adanya surat edaran tersebut , setelah awak Media menanyakan soal kebenaranya, Pihak RSUD melalui kabag Kepegawaian menepis, bahwa surat keterangan itu tidak benar mas’ Pihak RSUD tidak pernah mengeluarkan surat keterangan itu, tegasnya.
Soal mencuatnya surat keterangan penempatan, kami sudah menduga. siapa oknum yang membuat gaduh di lingkup RSUD, sebab kemarin juga ada salah satu calon yang menanyakan hal tersebut , sama terkait Surat Keterangan penempatan, dan sudah kami jelaskan sekali lagi, bahwa tahun 2025 ini, tidak ada pembukaan lowongan , untuk tenaga Nakes maupun non Nakes di RSUD Ngimbang tegasnya.
Masih lanjutnya , Kami selaku Kabag Kepegawaian bersama Direktur, sudah memanggil salah satu Oknum berinisial (MS) guna mempertanggungjawabkan atas Surat Keterangan penempatan calon pegawai yang telah di buatnya, dia (red) sudah mengakui katanya banyak tekanan dari luar, bahkan sudah kami mintai untuk membuat pernyataan juga, tiem Media menanyakan sangsi apa yang akan di berikan terhadap oknum tersebut, katanya melalui Kepegawaian sangsinya akan di mutasi dan sambil menunggu proses selanjutnya, jelasnya singkat.
Adanya Problem manajemen di lingkup RSUD Ngimbang patut di sayangkan, di karenakan ada oknum yang bekerja tidak Profesional dan jelas jelas melanggar SOP, seharusnya pihak RSUD bertindak tegas terhadap oknum tersebut , guna mengembalikan lagi kepercayaan dari masyarakat pada umumnya, dan tiem Media akan terus memantau perkembangan selanjutnya , bila perlu akan mengadukan ke Dinas terkait..mengenai masalah ini.. (Bersambung)









