Beranda Mojokerto

Wagub Jatim Sebut Indeks Risiko Bencana Menurun di Angka 95,75

61

Mojokerto – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengungkapkan bahwa indeks risiko bencana di Provinsi Jawa Timur menurun signifikan dalam lima tahun terakhir. Data menunjukkan, pada 2019 angka indeks berada di level 137,88, sedangkan pada 2024 berhasil turun menjadi 95,75.

Hal tersebut disampaikan Emil dalam acara puncak Bulan PRB Nasional 2025 yang berlangsung di Mojokerto, Kamis (2/10). Menurutnya, capaian positif ini berkat sinergi lintas sektor, khususnya peran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim.

“Kami mengatakan bahwa penanganan dan pengurangan bencana bukan hanya tugas BPBD, tapi tugas seluruh insan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Oleh karena itu, indeks risiko bencana menjadi indikator kinerja utama dari pemerintah Provinsi Jawa Timur,” ujar Emil.

Ia menekankan, keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen kolektif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari BPBD, dinas terkait, hingga pemerintah kabupaten/kota. Langkah kolaboratif, menurutnya, adalah kunci dalam mengurangi kerentanan wilayah terhadap bencana.

Emil juga menyoroti pentingnya edukasi publik terkait kesiapsiagaan.

Baca Juga  STIE Al-Anwar Berpartisipasi di Expo Kampus SMAN 1 Kota Mojokerto, Tawarkan Dua Prodi Unggulan

“Upaya pengurangan risiko bencana harus melibatkan masyarakat luas agar mereka paham langkah apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi,” katanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjut Emil, akan terus memperkuat koordinasi dengan BNPB dan kementerian terkait, mengingat wilayah Jatim memiliki kerentanan bencana yang beragam, mulai dari banjir, gempa bumi, hingga letusan gunung berapi.

Acara malam puncak di Mojokerto turut dimeriahkan dengan kegiatan religius serta dihadiri tokoh nasional dan internasional yang mendukung agenda pengurangan risiko bencana.